Tidak hanya itu, Halundaka juga mengatakan bahwa pemerintah mengharapkan peran dan dukungan semua umat beragama yang ada di NTT, tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat memberikan kontribusi dan partisipasi nyata dalam menghadapi berbagai krisis dan tantangan saat ini.
“Kiranya juga kita semua mampu menjaga ketenangan dan kejernihan dalam bertindak dan berpikir sehingga tidak mudah terpancing dengan isu yang dapat menimbulkan perpecahan antara satu dengan yang lainnya. Mari kita jaga ciri khas NTT Nusa Terindah Toleransi dan kekuatan besar yang kita miliki ini, sehingga tidak dapat tergerus berbagai pihak dengan berbagai kepentingan oleh kemajuan dan perkembangan zaman yang semakin kompleks. Semoga dengan kerukunan dan keharmonisan umat beragama kita dapat wujudkan kesejahteraan lahir dan batin,” tegasnya.
Sementara Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, dalam sekapur sirihnya mengatakan bahwa kegiatan ini mempunyai nilai yang sangat besar dalam pembentukan karakter, iman dan spirit orang-orang muda.
Jerry berpesan untuk tetap menjaga kesehatan karena pandemi Covid -19 belum berlalu. Selain itu dirinya berharap agar semua stakeholder bisa bekerja sama dalam percepatan penanganan stunting di Kabupaten Kupang.
Pada kesempatan ini juga, Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Indonesia Kawasan Barat, Pendeta Sugih Sitorus, merasa bersyukur karena kegiatan ini yang telah tertunda selama 2 tahun karena pandemi Covid-19 akhirnya bisa dilaksanakan tahun ini.
Pdt. Sitorus berharap agar kegiatan kerohanian ini dapat memperkokoh iman dan percaya diri kepada Tuhan. Pdt. Sitorus juga memberikan apresiasi kepada para panitia yang dengan segala keterbatasan bisa melaksanakan kegiatan ini.







