Lebih lanjut Gubernur VBL menyampaikan terima kasih atas bantuan DTH tahap pertama. Gubernur mengingatkan kepada para bupati/walikota untuk menyalurkannya secara tepat dan cepat.
“Uangnya sudah ada, harus cepat dibagikan. Administrasinya sudah ada dan dalam tempo dua hari harus sudah selesai sehingga masyarakat bisa memanfaatkan sesuai peruntukannya. Kalau bagi uang saja lambat, kita bisa menilai kualitas para bupati/walikota,” ujar Gubernur VBL.
Gubernur VBL menjelaskan, batas akhir penyampaian data seharusnya tanggal 26 April lalu. Namun masih ada beberapa kabupaten yang belum memasukkan data-data tersebut. Hal ini tentu sangat memalukan.
Gubernur menegaskan batas akhir penyampaian data adalah hari Jumat (30/4/2021) sampai pukul 00.00 (24.00 wita).
“Saya minta perhatian serius para bupati/walikota. Lewat satu menit saja, bupatinya tanggung sendiri (pendanaannya, Red). Tidak ada kompromi karena sudah diingatkan berkali-kali. Urus administrasi dan verifikasi data saja lamban dan susah. Saya ingatkan hari Senin (3/5/2021) sudah harus bergerak ke tahap selanjutnya. Kalau ada rakyat yang protes, saya yang terdepan bersama rakyat hadap bupati. Maaf kalau saya tegas dan keras. Karena untuk hal-hal extraordinary, pendekatannya juga harus super luar biasa. Jangan kita main-main dengan masalah rakyat yang sudah menderita karena bencana ini,” tegas Gubernur VBL.
Sementara itu, Liaison Officer (LO) atau Pejabat Penghubung dari BNPB, Brigjen Syahyudi, mengatakan DTH merupakan bantuan pemerintah pusat melalui BNPB untuk masyarakat NTT yang terdampak bencana siklon tropis seroja yang rumahnya terkategori rusak berat (RB). Tujuannya untuk cari rumah keluarga atau kerabat sebagai tempat menginap sampai rumahnya selesai dibangun.







