TANGGAL 25 April 2021 Kota Kupang merayakan hari jadinya yang ke-135. Tanggal yang sama, Kota Kupang juga merayakan HUT ke-25 sebagai daerah otonom.
Usia 135 sebagai kota bukan muda lagi. Sudah tua. Mendekati satu setengah abad. Sama, usia 25 tahun sebagai daerah otonom baru juga bukan muda lagi. Sudah seperempat abad.
Dengan usia seperti ini, maka sebetulnya Kota Kupang, baik sebagai sebuah kota sedang di selatan republik ini, juga sebagai daerah otonom baru (pemerintahan) seharusnya sudah lebih maju, lebih modern, lebih bersih, lebih nyaman dan aman. Pendeknya Kota Kupang sudah tampil sebagai kota dengan peradaban modern.

Nyatanya, harapan belum aman dalam genggaman. Masih jauh dari gapaian. Masih jauh bukan berarti tidak bisa dicapai. Geliat ke arah itu mulai terlihat beberapa tahun terakhir. Pembangunan sarana dan fasilitas umum muncul di mana-mana. Taman hadir di mana-mana. Lampu jalan menerangi kegelapan malam.
Trotoar lengkap dengan jalur pedestrian di jalan-jalan utama ditata dan dipoles rapih. Pakai keramik khusus jalan pula. Tegakan-tegakan pohon ditanam di pinggir jalan.
Aura dan aroma sebagai sebuah kota mulai terasa. Setuju tidak setuju, suka tidak suka, Kota Kupang di bawah kepemimpinan duet Dr. Jefirstson R. Riwu Kore-dr. Herman Man mencatat sejumlah capaian menggembirakan.
Tetapi duet Dr. Jefirstson R. Riwu Kore-dr. Herman Man bukan superbody. Keduanya bukan superhero. Mereka manusia dengan daging dan darah yang lemah. Banyak kekurangan masih terlihat di sana-sini. Ada target yang belum tercapai.







