Itu wajar saja. Kota Kupang bukan kota kaya seperti banyak kabupaten lain di Kalimantan dan atau Sumatera yang mampu membiayai diri sendiri. Sama seperti semua kabupaten, dan juga Pemerintah Provinsi NTT, Kota Kupang menggantungkan nasibnya dari pemerintah pusat. Nyaris semua anggaran datang dari pemerintah pusat. Pendapatan pemerintah masih sangat jauh dari cukup untuk memenuhi semua kebutuhan. Baik untuk anggaran rutin maupun untuk biaya-biaya pembangunan.
Dengan alasan seperti ini, kita memaklumi saja banyak yang belum beres di Kota Kupang.
Capaian-capaian dan kekurangan-kekurangan itu juga diakui Jemari Yoseph Dogon, anggota DPRD Kota Kupang.
Ketika berbincang-bincang dengan kabarntt.id di Kantor DPRD Kota Kupang, Selasa (27/4/2021) lalu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang ini memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas kerja keras membangun kota ini.
Pemerintah Kota Kupang, kata Dogon, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-25 tahun. Banyak pencapaian yang sudah diraih dan banyak pula program yang masih jauh dari pemenuhan kebutuhan masyarakat Kota Kupang. Banyak fasilitas, infrastruktur yang perlu dibenahi.

“Ini memang menjadi tolok ukur bagi Pemerintah Kota Kupang untuk lebih memberikan pelayanan bagi masyarakat,” kata Dogon.
Dogon mengakui, sebagai daerah otonomi Kota Kupang sudah memasuki usia yang sudah sangat matang dalam hal tata kelola pemerintahan. Bangunan-bangunan, sarana-sarana publik seperti jalan, air dan penerangan seharusnya sudah beres.







