Terkait pegawai tidak tetap (PTT) yang masih terombang-ambing karena kepentingan, sebaiknya ada evaluasi setiap tahun bukan setiap triwulan. Jika dalam satu tahun kerja tidak memenuhi syarat ya.. memang harus sesuai dengan aturan. Namun PTT yang bekerja di atas 2 tahun tidak boleh diganti karena kepentingan.
“Kasihan mereka sudah bekerja dengan baik demi mendukung kebutuhan keluarga tidak lama diganti,” kata Dogon.
Dogon juga meminta pemerintah membayar honor dan kesra para ASN. “Ini masalah yang setiap tahun dipersoalkan. Kasihan mereka mempertaruhkan keluarga, jangan main-main,” pintanya.
Ada obyek yang juga dikritik Dogon, yakni Patung Tirosa. Sampai saat ini patung ini belum kunjung selesai. Padahal dana cukup besar dianggarkan untuk patung ini.
“Patung Tirosa ini kalau bilang jenuh, ya saya jenuh. Saya capek omong karena fakta membuktikan sampai dengan saat ini sangat kontradiktif dengan rencana awal. Tahun 2019 kami anggarkan Rp 7,9 miliar dan sampai sekarang tidak ada hasilnya. Ini pembohongan publik. Bilangnya air mancur menari, yang terjadi malahan hanya dihiasi seng. Kalau memang air mancur menari yang ditiup seroja itu lain cerita. Tapi yang diporak-porandakan seroja itu pembatas. Jadi pertanyaan saya, ini sampai kapan baru ada hasil?“ kata Dogon menggugat.
Banyak yang dikritik Dogon. Tetapi dia mengingatkan, kritikan itu bukan karena dia tidak suka, marah atau juga benci dengan Walikota Kupang. Sebaliknya kritikan itu bisa menjadi energi positif dalam membangun kota ini dan tetap seiring dengan akselerasi kebutuhan rakyat.







