Gubernur NTT: Masalah Utama NTT Adalah Birokrasi

alor kunker gub aikoli kang resort

Menurut Gubernur VBL, dalam analisanya NTT sulit maju karena birokrasi belum berjalan dengan baik. “Tidak covid saja kita sudah mati. Pertanyaannya adalah kenapa mati? Kenapa pemerintahannya sontoloyo? Kenapa pemerintahan ini selalu memble? Kenapa pemerintahan di NTT itu selalu datangkan ketidakbaikan? Kenapa kalau sebut NTT itu identik sekali dengan manusia-manusia yang terbelakang, nasib tidak tentu, nanti Tuhan tolong, provinsi miskin ketiga. Lalu bagaimana dengan orang-orang NTT di dalamnya? Apakah mereka malu, lalu bekerja sungguh-sungguh? Atau mereka nyaman karena sudah biasa? Dalam pengamatan saya, justru mereka nyaman, baik pemerintah maupun masyarakat merasa nyaman,” beber Gubernur VBL.

Pertanyaan-pertanyaan  seperti inilah, kata Gubernur VBL, yang menyebabkan, yang mengharuskan dia melakukan kunker ke daerah. “Karena dalam pengamatan saya, yang paling setengah mati, yang salahnya minta ampun itu adalah birokrat. Sementara dalam pemahaman kita, dalam teori pelayanan itu aset terbesar sebuah organisasi itu adalah manusia, si pelayan itu. Jadi aset terbesar Provinsi NTT adalah birokrasi pemerintahan. Jadi kalau ditanya aset terbesar pemprov ini apa? Satu saja birokrasi,” jelas Gubernur VBL.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menurut VBL, yang menjadi soal selama ini adalah aset terbesar itu belum memberi nilai untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat.

“Kalau itu aset terbesar, bagaimana aset itu mempunyai values, punya nilai? Mari kita hitung, bagaimana sistem kerjanya? Dalam pengamatan saya, ini paling celaka. Celakanya begini, antara kerja dan harapan, target tidak pernah cocok. Antara kerja dan perolehan take homepay bulanan tidak pernah matching. Itu celaka besar,” terang Gubernur VBL.

Pos terkait