Menurut Gubernur VBL, permasalahan terbesar yang dihadapi NTT bukan terltak pada uang, tetapi pelayanan publik yang bermasalah. “Ini yang harus kita benahi. Jangan seperti selama ini, yang rajin dan pemalas dapat sama-sama. Yang rajin dapat segitu, pemalas juga dapat segiu. Lama-lama orang berpikir kenapa saya harus rajin, saya pemalas saja,” kata Gubernur VBL.
Dalam semangat UU berbasis kinerja, kata Gubernur VBL, maka teori ini, cara kerja seperti ini harus diterapkan. “Kalau UU berbasis kinerja, sementara apresiasinya tidak berbasis kinerja tidak cocok, tidak bisa Saya merenung berulang kali, saya pikir kita harus mulai. Di provinsi saya akan siapkan pergub,” tegas Gubernur VBL. (den)







