Gubernur NTT: Masalah Utama NTT Adalah Birokrasi

alor kunker gub aikoli kang resort
alor kunker ke alor2
Foto Mex Asamani/Biro Humas Setda NTT: Gubernur NTT diterima secara adat di Kalabahi, Jumat (31/7/2020).

Gubernur VBL memberi contoh, seorang kepala dinas sehebat apa pun kerja dan majunya luar biasa, gaji, tunjangannya sudah diatur. ”Tidak kerja pun sama begitu. Itu paling celaka. Maka dia pilih lebih baik tidak  usah kerja.  Mengapa komando tidak jalan dengan baik pada level bawah? Karena tidak kerja juga dapat begini, kerja bagus pun dapat begini. Ini paling celaka,” kata Gubernur VBL.

Kegagalan birokrasi itu selalu terjadi, kata Gubernur VBL, karena seorang ASN kerja hebat apa pun, yang dia dapat tetap yang sama. “Lebih baik tidak kerja saja. Paling-paling juga bupati marah. Bupati  marah, dengar saja dan jawab siap, siap, siap, siap. Besok lupa lagi. Nanti siap, siap lagi. Itu masalah serius kita,” terang Gubernur VBL.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Gubernur VBL melanjutkan, “Jadi kalau orang tanya saya, apa masalah yang paling serius di NTT? Masalah paling serius adalah orang kerja, gaji yang dia peroleh dengan target pekerjaannya tidak pernah nyambung. Itu celakanya luar biasa. Itu berlaku di provinsi, juga di kabupaten-kabupaten,” tegas politisi Nasdem ini.

Dengan kondisi seperti ini, terang Gubernur VBL, dibutuhkan sebuah desain sistem kerja yang tepat. “Karena dalam teori manejemen ada dua insentif.  Pertama insentif psikologis. Insentif psikologis itu orang dilihat kerja bagus dipromosi. Ada promosi jabatan, ada eselon dua, tiga, empat. Eselonisasi itu membuat orang terpanggil untuk kerja sungguh-sungguh. Insentif kedua, insentif finansial. Ini ada dalam sistem birokrasi, tetapi pada bagian-bagian tertentu sudah dapat insentif pun dia masih curi,” beber Gubernur VBL.

Pos terkait