Praing juga menghimbau para ASN agar tetap menjalankan tugas sesuai fungsinya masing-masing dalam melayani masyarakat.
“Kita semua bertanggung jawab memajukan dan mensejahterakan daerah ini, bukan saja saya dan Pak David, namun menjadi tanggung jawab kita bersama. ASN yang sejatinya digaji oleh negara untuk melayani masyarakat harus lebih disiplin dan memberika n pelayanan yang baik bagi masyarakat,” serunya.
Sementara, Wakil Bupati Sumba Timur, David Melo Wadu, selepas upacara terkait program urgen 100 hari, menjelaskan progran 100 hari lebih pada penyelarasan program dengan OPD dan juga penanganan Covid-19 dan juga kebersihan lingkungan dalam mengantisipasi demam berdarah.
“Program urgen 100 hari lebih pada musrembang kecamatan, setelah itu menyelaraskan program-program yang telah menjadi visi dan misi kami dengan semua OPD. Setelah itu merapatkan barisan untuk kerja. Ya, memang penanganan covid dan demam berdarah menjadi program urgen 100 hari kami,” tegas Wadu.
Memurut Wadu, untuk menyukseskan semua visi-misi di tengah masyarakat, pihaknya akan merangkul seluruh elemen yang memiliki potensi dan kompetensi di bidangnya masing-masing. Dengan demikian tidak ada yang dianaktirikan atau pilih kasih.
“Pastinya kami merangkul seluruh yang memiliki kompetensi, tidak ada pilih kasih atau anak tiri atau bahwa tidak dukung atau lainnya. Jadi kami akan tetap pada aturan dan memilih yang memiliki kompetensi, sehingga semua visi dan misi kami terealisasi dengan baik,” seru Wadu. (np)







