Frans berharap, kalau bisa pemerintah provinsi memrioritaskan jalan ini. Apalagi Kabupaten Malaka juga akan dipimpin kepala daerah baru.
Gusti Haki, salah seorang sopir angkutan berharap agar pemerintah membuka mata juga untuk jalur penghubung dua kabupaten ini.
“Sebenarnya dari Malaka ke Atambua hanya satu jam saja, tapi karena jalan rusak, kami membutuhkan waktu 3 hingga 4 jam karena jalan berhenti terus untuk bisa silih lubang. Kasihan kami pengendara ini,” keluh Gusty.
Kalau hujan deras, kata Gusty, para pengendara harus berhenti dan istirahat di tengah jalan karena kondisi jalan di jalur ini sangat licin dan membahayakan. (jos)







