OELAMASI kabarntt.id—Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Senin (10/4/2023), melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kupang, tepatnya di SMKN 1 di Desa Pathau, Kecamatan Amabi Oefeto Timur (AOT).
Dalam kunjungan kerjanya tersebut Gubernur NTT disambut Bupati Kupang, Korinus Masneno, Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, bersama tokoh masyarakat Kecamatan AOT.
Dalam sambutannya, Gubernur Laiskodat mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Kupang menekan angka stunting di Kabupaten Kupang pada kegiatan bulan timbang dan ukur pada Februari 2023, di mana angkanya menurun 16,18%.
Menurut Gubernur Laiskodat, upaya dan kerja keras menurunkan stunting berhasil dilakukan Pemkab Kupang sehingga berhasil menurunkan angka stunting.
Gubernur Laiskodat juga menilai gerakan orangtua asuh yang ditetapkan Pemkab Kupang dengan melibatkan pimpinan OPD, Forkopimda, perbankan, instansi vertikal, LSM/NGO merupakan langkah nyata menurunkan angka stunting di Kabupaten Kupang.
Orang nomor satu di NTT tersebut juga menyinggung akan pentingnya membangun peradaban baru sehingga jauh dari ketertinggalan.
Salah satunya dengan membangun sumber daya manusia yang baik, yaitu melalui pendidikan. “Sesungguhnya pendidikan itu bukan prioritas mengejar gelar, orang tidak tertarik dengan gelar yang panjang, terpenting adalah bagaimana kita memberikan dampak bagi lingkungan sekitar menjadi bermakna. Dunia pendidikan itu pasti berelasi langsung dengan pemerintah.
Manusia hanya bisa maju apabila dalam dirinya memiliki input pengetahuan yang tinggi dan selalu mengikuti dan menguasai setiap perkembangan iptek yang terjadi dengan sangat cepat,” jelas Laiskodat.
Kepada para siswa SMKN 1 AOT, Laiskodat berpesan untuk terus belajar dan mengembangkan diri, berwawasan yang tinggi dalam berpikir, dan selalu mengikuti setiap perkembangan dunia agar tidak tertinggal.
“Jangan mau kalah dengan siswa-siswa yang ada di Kota Kupang atau di berbagai tempat lainnya di Indonesia, bahkan di belahan dunia lainnya, asalkan kalian terus meningkatkan kualitas diri dengan belajar yang sungguh-sungguh. Dan ingat kuncinya harus dengan disiplin. Itu saya pastikan kalian bisa menjadi pemenang dan menjadi manusia unggul di era kompetisi ini,” ungkap Laiskodat.
Bupati Kupang, Korinus Masneno, dalam sekapur sirihnya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Laiskodat di Kabupaten Kupang dan bertemu dengan masyarakat.
Masneno menyatakan upaya membangun masyarakat menjadi prioritas utama yang dikerjakan Pemkab Kupang. Salah satunya upaya penurunan stunting.
Dijelaskannya, sesuai data hasil timbang bulan Februari 2023 ini, jumlah balita stunting di Kabupaten Kupang sebanyak 4.899 anak dari total balita sasaran sebanyak 30.271 anak (prevalensi 16,18%).
Upaya kolaboratif dikerjakan sungguh-sungguh agar angka stunting bisa turun termasuk di dalamnya membuat gerakan orangtua asuh bagi balita stunting di Kabupaten Kupang.
Hal ini penting, kata Korinus, guna menekan angka stunting semakin rendah dan tepat sasaran.
“Kita lakukan pendataan by name by address sehingga tepat sasaran dan orang tua asuh memberikan dukungan langsung di keluarga sasaran,” kata Bupati Korinus.
Terkait bidang pertanian, jelas Bupati Korinus, selama musim tanam Oktober-Maret 2022-2023 penanaman jagung telah dilakukan pada lahan seluas 11.787,3 Ha dengan luas panennya mencapai 8.803,3 Ha.
Penanaman ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat petani yang tersebar di 24 kecamatan untuk mendukung program TJPS. Dan estimasi produksi jagung diperkirakan akan mencapai 26.409 ton.
Sementara rencana penanaman pada musim tanam April-September 2023, kata Bupati Korinus, yaitu luas lahan tanam jagung yang direncanakan 783 Ha. Luas tanam jagung pada musim tanam Asep, dikatakan Bupati Masneno akan dilakukan di Kecamatan Taebenu seluas 119 Ha, Kupang Timur 336 Ha, Sulamu 170 Ha, dan sisanya tersebar di 12 kecamatan yang memiliki sumber daya air yang cukup. Bupati percaya, hasil dan rencana tanam yang dilakukan, sepenuhnya akan didukung oleh Pemprov NTT. (prokopimda kupang)







