Persoalan lain yang dibahasnya adalah pemenuhan air bersih yang makin sulit akibat bertambahnya rumah dan populasi penduduk di sana.
Pihak developer yang hendak membangun kompleks perumahan baru diharapkan perlu juga mencari sumber air baru untuk memenuhi kebutuhan air minum warga perumahan.
Masukan tentang penataan kawasan perumahan BTN Kolhua juga disampaikan oleh Tanto, Ketua RW 02.
Menurut Tanto, jalan dan drainase di kompleks perumahan selama ini tidak diperbaiki dan belum mendapat perhatian dari pemerintah, karena status jalan belum diserahkan oleh developer kepada pemerintah.
Tanto berharap kendala tersebut bisa segera diatasi oleh developer dan Pemkot Kupang.
Selain perbaikan jalan, Tanto juga minta Pemkot Kupang untuk menertibkan pemasangan jaringan listrik, internet dan PDAM yang semrawut dan mengganggu kenyamanan warga, misalnya dengan mengimbau agar sambungan kabel jaringan bisa menggunakan tiang bersama atau untuk rencana penataan jangka panjang semua instalasi jaringan baik listrik, air dan internet ditanam di dalam tanah saja sebagaimana yang sudah diterapkan di kota-kota modern saat ini.
Pada kesempatan yang sama Tanto juga menyatakan dukungannya bersama warga atas upaya Pemkot Kupang saat ini memerangi sampah plastik.
Diakuinya, kendala yang paling berat dalam upaya ini adalah mengedukasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan. Sebagai Ketua RW dia berkomitmen bersama para Ketua RT terus mengedukasi warga untuk senantiasa menjaga kebersihan.
Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh, menyambut baik usulan penataan kawasan perumahan BTN Kolhua tersebut.







