Lado mengatakan, setelah membaca berita dari beberapa media yang ikut memantau pekerjaan jalan Bondokodi-Bukambani tersebut, dirinya langsung memerintahkan PPK untuk melakukan pemeriksaan di lapangan.
“Kami bersyukur dan berterima kasih pada media maupun masyarakat sudah membantu mengawasi pekerjaan proyek pemerintah, sehingga jika ditemukan ada kesalahan langsung kita tegur untuk diperbaiki,” tegas Lado.
Wily, sapaan Wilhelmus W. Lado, menjelaskan pengerjaan proyek jalan Bondokodi-Bukambani tersebut baru berjalan 4 hari, karena baru dimulai. Dan tenaga PPK di Dinas PUPR sangat terbatas untuk mengawasi beberapa proyek pemerintah saat ini.
“Saya menyuruh mereka jika pembongkaran akan dilakukan oleh pihak kontraktor, biar kita undang wartawan untuk ikut menyaksikan proses tersebut, sehingga kebenaran itu disiarkan juga bahwa kita punya ketegasan sebagai pemerintah,” tuturnya lagi.
Salah satu tokoh masyarakat, Dominggus Kaka, yang ditemui media di lokasi saat awak media melakukan pemantauan menyayangkan kesalahpahaman dalam proses pengerjaan jalan tersebut.
“Sebagai masyarakat kami melihat tidak ada yang salah dengan pengerjaan oleh kontraktor di sini, mereka tidak menggunakan pasir laut tetapi hanya sebagai alas sebelum tembok penahan dipasang, tetapi karena DPRD sudah datang melakukan sidak, ya apa boleh buat, kontraktor harus membongkar ulang lagi,” paparnya.
Dominggus melihat pengerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja di lapangan sudah bagus dan sesuai aturan, bahkan dirinya mengatakan PT. Bumi Permai Nusantara sudah terbiasa mengerjakan jalan besar atau proyek besar dan kualitasnya tidak meragukan lagi. (ota)







