KABARNTT.ID – Kepala Badan PBB untuk Penanggulangan AIDS, Senin (24/2/2025), mengatakan bahwa jumlah infeksi HIV baru dapat meningkat lebih dari enam kali lipat pada tahun 2029 jika dukungan Amerika terhadap program AIDS terbesar dihentikan. Jutaan orang dapat meninggal dan jenis penyakit yang lebih resistan dapat muncul.
Dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press, Direktur Eksekutif UNAIDS, Winnie Byanyima, mengatakan infeksi HIV telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, dengan hanya 1,3 juta kasus baru yang tercatat pada tahun 2023, penurunan 60% sejak virus tersebut mencapai puncaknya pada tahun 1995.
Namun sejak pengumuman Presiden Donald Trump bahwa AS akan memblokir semua bantuan asing selama 90 hari, kata Byanyima, diperkirakan bahwa pada tahun 2029 mungkin ada 8,7 juta orang yang baru terinfeksi HIV, 6,3 juta kematian terkait AIDS dan tambahan 3,4 juta anak menjadi yatim piatu.
“Kita akan melihat lonjakan penyakit ini,” kata Byanyima, berbicara dari Uganda.
“Ini akan menelan korban jiwa jika Pemerintah Amerika tidak mengubah sikapnya dan mempertahankan keputusannya,” katanya, seraya menambahkan bahwa bukan tugasnya untuk mengkritik kebijakan pemerintah mana pun.
Byanyima memohon kepada Pemerintahan Trump agar tidak tiba-tiba memblokir pendanaan, yang menurutnya, telah mengakibatkan “kepanikan, ketakutan, dan kebingungan” di banyak negara Afrika yang paling parah dilanda AIDS.
Di satu daerah di Kenya, katanya, 550 pekerja HIV langsung diberhentikan, sementara ribuan lainnya di Ethiopia diberhentikan, sehingga pejabat kesehatan tidak dapat melacak epidemi tersebut.






