BISA TTU Gelar Workshop Emo Demo

TTU BISA

KEFAMENANU kabarntt.id— Program Better Investment for Stunting Alleviation (BISA) melalui kerja sama Save the Children dan Nutrition International menggelar Workshop Pelatihan EMO DEMO Bagi Kader Posyandu, PKK Desa, KPM dan Perwakilan Gereja di desa.

Workshop yang diselenggarakan di Hotel Victory II, Jalan El Tari, Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU),  Rabu (3/11/2021), ini  diikuti 51 orang utusan PKK, KPM, dan kader posyandu dari 5 desa fokus BISA terlatih EMO DEMO di TTU.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kepada awak media, Prima Setiawan, Chief of Party BISA menyampaikan Better Investment for Stunting Alleviation (BISA) adalah paket intervensi terpadu untuk mendukung program Pemerintah Indonesia melalui intervensi gizi-spesifik dan gizi sensitif untuk menurunkan stunting sebagaimana tertuang dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting 2018-2024.

“BISA dijalankan melalui kerja sama Save the Children dan Nutrition International dalam periode 2019-2024 dan bertujuan untuk mengurangi stunting dengan meningkatkan status gizi dan perilaku hidup sehat anak perempuan remaja, wanita usia reproduksi, dan anak-anak di bawah usia dua tahun di dua Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat,” tutur Setiawan.

Setiawan menambahkan, “Target BISA adalah mengimplementasikan pelatihan dan pendampingan untuk keluarga 1000 hari pertama serta remaja.”

Dikatakan Setiawan, sebagai bagian dari kerja sama Kementerian Kesehatan RI dengan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) telah mengembangkan sebuah sesi edukasi interaktif dengan permainan yang menggugah emosi ibu/pengasuh balita untuk memperbaiki  kualitas Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak yang disebut dengan Emo-demo (emotional-demonstration) PMBA.

“Emo-demo dilakukan di posyandu untuk meningkatkan status gizi anak usia 0-23 bulan dengan intermediate outcome berupa adanya peningkatan persentase inisiasi menyusui dini, pemberian ASI ekslusif hingga anak berusia 6 bulan, dan minimum acceptable diet untuk anak 6-23 bulan. EMO DEMO terdiri dari 12 topik diskusi terkait perilaku PMBA yang dapat dilakukan di posyandu ataupun sesi-sesi edukasi di tingkat masyarakat,” jelas Setiawan.

Setiawan melanjutkan, EMO DEMO telah dilaksanakan di beberapa kabupaten di Jawa Timur, dan juga di beberapa provinsi lainnya seperti Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat.

Trainer inilah yang kemudian akan melakukan pelatihan untuk kader posyandu. Trainer yang ada nantinya akan terlibat dalam monitoring implementasi EMO DEMO di tingkat posyandu.

Save the Children melalui program BISA bermaksud mengimplementasikan EMO DEMO sebagai bagian dari strategi komunikasi perubahan perilaku yang akan dimulai dengan pelatihan Training of Trainers (ToT) untuk staf provinsi, kabupaten, petugas puskesmas di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Utara,” ucap Setiawan.

Workshop ini, kata Setiawan, mempunyai dua tujuan utama. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu, KPM, PKK dan tokoh masyarakat untuk mendampingi dan mendukung ibu dan pengasuh bayi dan bayi dalam  meningkatkan praktik optimum PMBA melalui EMO-DEMO. Kedua, mempersiapkan kader posyandu untuk membawakan Emo Demo di posyandu,” urai Setiawan.

Sementara itu, Robertus Tjeunfin, S.Kep.,Ns.,MPH, Sekretaris Dinas Kesehatan TTU, mewakili pemerintah menyampaikan apresiasi kepada BISA yang telah membantu memberi pemahaman kepada masyarakat terkait penanganan stunting.

“Pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan dari Save the Children. Kegiatan ini sangat penting dalam mengubah perilaku masyarakat dalam rangka penurunan stunting,” ucap Robertus.

Robertus menyebut dua  penyebab utama stunting. Pertama adalah penyediaan makanan. Kedua adalah penyakit.  “Karena itu walaupun bahan makanan tersedia tapi cara pengolahan dan penyediaan makanan yang salah, dalam hal ini terkadang kita tidak bisa menyediakan asupan makanan yang baik untuk anak,” kata Robertus.  (siu)

Pos terkait