Kristo menambahkan umat dan pemikmat musik juga bisa mendapatkan tiket konser dengan mengontak para eks frater Ledalero di Kota Kupang.
Rektor Seminari Tinggi Paulus Ledalero, Pater Dr. Yosep Keladu Koten, SVD, mengatakan, konser dan teater ini selain untuk mencari dana untuk pembangunan beberapa unit gedung di Ledalero yang sudah mulai rusak karena tua, juga sebagai kesempatan untuk animasi panggilan.

“Bukan hanya untuk cari dana, tetapi juga untuk animasi panggilan. Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero saat ini menjadi seminari tinggi terbesar di dunia yang mendidik dan menyiapkan para imam/pastor. Setiap tahun SVD Indonesia mengirim puluhan imam ke luar negeri sebagai misionaris. Kita ingin umat Katolik bisa mengambil bagian dalam tanggung jawabnya sebagai umat mendukung pendidikan calon imam di Ledalero,” kata Pater Yosep.
Selain menggelar konser dan teater, jelas Kristo Blasin, para juga menjalani live in (tinggal membaur) di tengah umat. Di Kota Kupang, sekitar 60-an frater live in di Paroki St. Matias Rasul, Tofa, Paroki Sta. Maria Assumpta dan Paroki Sta. Familia Sikumana.
Umat di tiga paroki ini menyambut gembira dan menerima para frater yang tinggal membaur di tengah umat. Kegiatan mereka saat live in antara lain katekese, edukasi dan animasi panggilan. (den)







