Pemerintah Kota Kupang, kata George, akan memberikan dukungan penuh dengan terlibat aktif turun bersama-sama Danlantamal VII Kupang dan jajarannya untuk membersihkan seluruh pantai. Ini akan menjadi gerakan berlanjut sampai dengan akhir tahun ini.
Dia menambahkan, semua lurah dan masyarakat di daerah pesisir akan didorong supaya bisa kembali ke laut. Karena NTT memiliki garis pantai sepanjang 5.700 km dengan luas laut 200.000 km2, yang merupakan potensi yang luar biasa hebat.
Oleh karena itu, menurutnya, sebenarnya kiblat pembangunan di daerah ini adalah ke laut. “Gerakan yang dilakukan oleh TNI AL ini memberi daya dorong dan juga energi positif bagi seluruh masyarakat dan Pemerintah Kota Kupang dalam rangka mewujudkan Kota Kupang yang bersih. Kami berharap betul dukungan TNI-Polri ini akan membuat betul-betul Kota Kupang menjadi salah satu kota terbersih di Indonesia,” ungkapnya.
Danlantamal VII Kupang, Laksamana Pertama TNI Dr. Heribertus Yudho Warsono, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CIQnR., CIQaR., CRMP., menjelaskan Gerakan Laut Bersih digelar dalam rangka peringatan hari jadi ke-77 TNI Angkatan Laut tahun 2022.
Menurut Heribertus, laut mempunyai fungsi ekonomi yang benar-benar strategis untuk peningkatan kemakmuran rakyat Indonesia, serta memiliki potensi alam yang besar dan beraneka macam sumber daya alam.
Namun di sisi lain, Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Berdasarkan data asosiasi industri plastik Indonesia dan Badan Pusat Statistik bahwa sampah plastik mencapai 64 juta ton, di mana 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Padahal plastik berbahaya bagi keberlangsungan ekosistem laut.







