Gelar Orientasi KPM, BISA Target Stunting TTU Turun

TTU BISA gelar pelatihan

Setiawan mengatakan,  salah satu tugas KPM adalah melakukan pemetaan sosial, yaitu pemetaan keluarga dengan 1000 hari pertama kehidupan terutama dari keluarga yang ada ibu hamilnya, kemudian yang memiliki anak usia 0-24 bulan, juga keluarga yang memiliki anak remaja (usia 12-18 tahun) yang dalam strategi nasional juga turut disasar.

Peserta kegiatan orientasi ini adalah kepala desa dan petugas KPM yang berasal dari 20 desa di wilayah layanan BISA yang merupakan wilayah lokusnya pemerintah.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sementara itu, Yustina Muti, Kepala Bidang Pemberdayaan Kemasyarakatan Dinas PMD Kabupaten TTU  mengatakan, di TTU telah dilakukan berbagai upaya dalam penanganan stunting dan progresnya sangat bagus.

“Angka stunting di TTU tahun ini menurun sekali dan progresnya sangat bagus. Dari tahun lalu angka stunting Kabupaten TTU berada di posisi 35% lebih hingga Februari tahun ini sesuai data dari dinas kesehatan menurun menjadi 28 %,” ucap Yustina.

Yustina optimis bahwa angka stunting di TTU akan terus berkurang.

“Memang target WHO angka stunting itu harus ada di angka 20%. Tapi saya optimis bahwa ke depan kita akan mencapai target tersebut,” ujar Yustina.

Kepada para kepala desa dan para kader posyandu, Yustina berpesan agar dalam proses perencanaan penggunaan anggaran harus dianggarkan untuk stunting sesuai dengan hasil pemetaan dari kader pembangunan manusia (KPM).

“Kita berharap agar apa yang dikaji atau didata oleh KPM yaitu 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), ibu hamil dan bayi dari 0-23 bulan mendapatkan pengalokasian anggaran dari dana desa untuk pemberian 5 menu sebagaimana yang diatur dalam peraturan Kemendes, yakni kesehatan ibu dan anak, konseling gizi terpadu, air bersih dan sanitasi, perlindungan sosial atau jaminan kesehatan dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” jelas Yustina.  (siu)

Pos terkait