KUPANG kabarntt.id–DPD I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan Weekend Seru Anak – Anak Kupang yang dikemas dalam kegiatan lomba mewarnai untuk anak – anak TK, PAUD dan SD serta talkshow bagi orang tua peserta lomba mewarnai dengan tema Anak Terlindungi, NTT Maju.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung DPD I Golkar NTT, Sabtu (22/7/2023), ini digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2023,
Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutan secara hibrid saat membuka kegiatan berharap kegiatan yang dibuat oleh Partai Golkar ini bisa bermanfaat dan berguna bagi semua terutama dalam melindungi anak dari kekerasan seksual.
Selain lomba mewarnai, kegiatan juga diisi dengan talkshow dengan tajuk Anak Terlindungi, NTT Maju. Talkshow ini dimoderatori Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Provinsi NTT, Libby Sinlaeloe, dengan menghadirkan tiga narasumber berkompeten yaitu Psikolog Undana Kupang, Abdi Keraf, aktivis LSM Rumah Perempuan, Wati Bagang, dan Penyidik dari Direskrim Polda NTT, Iptu. Fridinari Dilliyana Kameo, SH.
Hadir pula Ketua Ikatan Isteri Partai Golkar (IIPG) Provinsi NTT, Ny. Asty Laka Lena, Ketua Bapilu Golkar NTT, Frans Sarong, dan pengurus DPD I Golkar NTT dan Pengurus IIPG NTT.
Aktivis Rumah Perempuan, Wati Bagang, dalam talkshow ini mengajak seluruh keluarga korban baik itu KDRT maupun korban kekerasan seks pada anak agar jangan mau mengambil jalan damai yang melibatkan siapapun.
“Saya minta tolong agar para korban terlebih dahulu segera melaporkan ke kepolisian sehingga dilakukan visum. Ini sangat penting, karena kami di Rumah Perempuan Kupang akan menangani dan mendampingi dengan catatan terlebih dahulu dilakukan visum,” kata Wati Bagang.
Wati juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Partai Golkar NTT yang telah memberikan perhatian serius terhadap isu kekerasan seksual pada anak. Bahkan, Partai Golkar melalui Ketua IIPG NTT, Asty Laka Lena, telah lama memberikan topangan dan dukungan kepada korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun korban kekerasan seks pada anak.
“Kami menggerakkan para perempuan dan anak yang merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga dan juga korban kekerasan seks pada anak. Kami mendapat dukungan dari Ketua IIPG dan Partai Golkar NTT. Bahkan di Amfoang itu, kami mendapat dukungan dari Golkar NTT dengan memberikan alat mol jagung dan kelapa. Terima kasih banyak untuk Partai Golkar NTT terutama Ibu Asty Laka Lena yang sudah membantu,” ungkap Wati.
Psikolog dari Undana Kupang, Abdy Keraf, mengatakan, pengalaman kekerasan seksual pada anak akan meninggalkan bekas yang sangat mendalam secara psikologis.
“Dia akan bertumbuh dalam psikologi yang terganggu. Sehingga saya memberikan apresiasi kepada Partai Golkar NTT yang menginisiasi kegiatan dengan topik kekerasan seks pada anak,” kata Abdy.
Abdy mengatakan, lembaga-lembaga kuat seperti Partai Golkar NTT ini harus memiliki perhatian dan intervensi yang sangat kuat agar masyarakat bisa menghindar dan mencegah kekerasan seks pada anak.
Disebutkan Abdy, di psikologi untuk anak yang sakit mental karena korban kekersan seks ada yang namanya PFA (Psychological First Aid) atau pertolongan pertama pada korban kekerasan secara psikologis.
“Yang bisa memberikan PFA semua kita bisa. Pertolongan pertama psikologis, atau biasa yang disebut sebagai PFA merupakan serangkaian tindakan yang diberikan guna membantu menguatkan mental seseorang yang mengalami krisis mental atau psikis,” ujarnya.
Ketua IIPG NTT, Ny. Asty Laka Lena, juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada para nara sumber dan peserta talkshow Anak Terlindungi, NTT Maju dan para peserta loma mewarnai bagi anak-anak.
Pada kesempatan tersebut Asty Laka Lena dan IIPG NTT menyerahkan bingkisan dan hadiah berupa perabot rumah tangga bagi peserta dan bingkisan khusus bagi para nara sumber. (go)







