HUT PGRI dan HGN, Linus Lusi Dukung Program JAGA GURU Kejati

IMG 20241126 WA0013

“Dengan perlindungan hukum yang kuat, para guru dapat menjalankan tugas mereka tanpa rasa takut dan ragu. Ini adalah langkah awal yang penting untuk memastikan mereka bisa lebih fokus pada misi mulia, mendidik generasi emas bangsa,” ungkap Linus Lusi.

Dalam perayaan HUT ke 79 PGRI dan Peringatan Hari Guru Nasional ke 30, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., mewakili Penjabat Gubernur NTT menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru yang telah menjadi pelopor perubahan, pencetak generasi penerus bangsa, dan penjaga peradaban.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kodo menekankan bahwa guru memainkan peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda dan memastikan kualitas pendidikan yang berdaya saing global, terutama di NTT yang menghadapi tantangan geografis dan budaya. “Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, tetapi peluang untuk berinovasi,” ujarnya.

Dijelaskannya sebagai bagian dari komitmen meningkatkan mutu pendidikan, Pemerintah Provinsi NTT telah mencanangkan GENTA BELIS (Gerakan NTT Membaca dan NTT Menulis) pada 2 November 2024. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan capaian literasi siswa, mengingat hasil asesmen nasional 2023 menunjukkan hanya 20% siswa yang melampaui kompetensi minimal literasi. GENTA BELIS diharapkan menjadi langkah bersama untuk membangun budaya literasi yang kokoh.

Selain itu, Ambrosius Kodo juga menyerukan dukungan terhadap gagasan perlindungan hukum bagi guru melalui pengesahan Undang-Undang Perlindungan Guru. “Jika ada Undang-Undang Perlindungan Anak, maka guru sebagai pilar pendidikan juga membutuhkan perlindungan yang sama,” tegasnya.

Pos terkait