“Moderasi beragama berada di antara keduanya, yakni menghargai teks dan mendialogkannya dengan realitas kekinian,” jelas Asadoma.
Lebih lanjut, dengan bereferensi pada gagasan Drs. Lukman Hakim Syaifuddin, Asadoma secara tegas mengatakan, yang dimoderasi adalah cara kita beragama bukan ajaran agamanya.
Oleh karena itu Asadoma menyebutkan model-model yang perlu dikembangkan, yakni internalisasi nilai-nilai dasar Pancasila; internalisasi sikap toleran; pemberdayaan forum komunikasi umat beragama sebagai wadah dialog antar umat beragama.
Selain itu, lanjut Asadoma, diperlukan kurikulum pendidikan berbasis kebangsaan dan nasionalisme; membangun wawasan internasional (membangun kesadaran bahwa suatu negara tidak dapat hidup sendiri tanpa membangun kerja sama internasional dengan negara lain); menggiatkan kampanye wawasan kebangsaan baik oleh pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan.
Kuliah umum yang berlangsung jam 08.00-12.00 ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebelum memasuki rungan kegiatan, semua peserta wajib mengecek suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan oleh panitia.(adi)







