KMK Ledalero Hadirkan Ansy Lema dan Vicky Djalong dalam Diskusi Virtual

Sikka ledalero1

Selain itu, P. Pice Dori, SVD dosen STFK Ledalero, mempersoalkan mental hedonistik dari elite-elite politik di tengah pandemi, seperti korupsi, pameran rumah dan mobil mewah, serta kekayaan yang selangit.

Menanggapi persoalan ini, Ansy Lema memberikan jawaban kritis. “Bagi saya, politik adalah tindakan iman sekaligus medan untuk melakukan eksperimen demokrasi, khususnya untuk mewujudnyatakan transformasi, bukan transaksi.”

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Lebih lanjut Ansy menegaskan bahwa korupsi adalah kejahatan kemanusiaan. Karena itu sebagai politisi, ia mengharapkan kritik publik baik terhadap pemerintah maupun partai politik.

Diskusi virtual ini menunjukkan semangat dialektika dari KMK Ledalero. KMK Ledalero adalah sebuah kelompok minat khusus di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero yang menekuni kegiatan tulis-menulis dan diskusi filsafat.

Pendamping kelompok ini P. Dr. Otto Gusti Madung, SVD, Ketua STFK Ledalero. Anggota KMK Ledalero sendiri hanya terdiri atas seminaris di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.

Sejak dibentuk pada tahun 2006, KMK Ledalero telah menyelenggarakan sejumlah diskusi ilmiah yang melibatkan para pemikir dan tokoh lokal dan nasional. Dr. Ignas Kleden adalah salah satu di antara tokoh-tokoh itu.

Sebagaimana kegiatan yang telah dijalankan pada tahun-tahun sebelumnya, diskusi bertema ‘Politik Penanganan Pandemi Covid-19’ ini juga menuai banyak apresiasi dari mahasiswa STFK Ledalero.

Dalam closing statement-nya, Sarnus Joni Harto, Ketua KMK Ledalero periode 2020-2021, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ansy Lema dan Vicky Jalong yang sudah bersedia menjadi pembicara, dan kepada para peserta diskusi yang telah mengikuti diskusi ini dengan penuh antusiasme. Diskusi ditutup dengan sebuah lagu dari Accoustic All Ledalero. (kmk ledalero/jos)

Pos terkait