Usai menjelaskan, Ina melanjutkan dengan praktek pembuatan POC dari sabut kelapa.
Maria Dalu Werang, salah seorang peserta pelatihan itu mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bagus karena dapat memberi manfaat yang baik bagi para petani.
“Ada pengetahuan baru yang kami dapat hari ini. Kami tidak sangka sabut kelapa yang selama ini tidak punya nilai dan manfaat ternyata dapat berguna jika diolah menjadi pupuk organik. Kami akan mempraktekkan ilmu yang diterima hari ini di rumah kami masing-masing serta membagi ilmu ini kepada teman-teman petani lain di desa kami,” tambah Mikael Siku Werang, peserta lainnya.
Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Waibelen, Kecamatan Adonara Barat, Flores Timur, Eduardus Apenobe, juga hadir dalam pelatihan ini.
Eduardus mengungkapkan bahwa pelatihan ini mempunyai nilai tambah bagi petani dalam menekan penggunaan pupuk kimia yang kian marak.
“Petani-petani yang terlibat langsung dalam kegiatan ini mulai mengetahui manfaat sabut kelapa yang dapat dijadikan POC. Saya menyampaikan terima kasih kepada Ina Lady sebagai pelatih dan juga kepada YPPS yang sudah membina petani-petani kelapa di wilayah kami. Semoga kerja sama kita tetap terbangun ke depan,” kata Eduardus.
Ina Lady berharap agar ilmu yang diterima hari ini dapat berkembang dalam keseharian sebagai petani. “Mari kita satukan langkah untuk raih prestasi dengan mulai mengembangkan pertanian kita dengan cara yang lebih ramah lingkungan,” pungkas perempuan berdarah Sabu ini. (*/den)







