“Perempuan Tua Memandangi Lautan” Jadi Sarana Promosi Budaya dan Edukasi Sosial

linus lusi film

Terkait kreativitas sineas muda Kota Kupang, Lusi menegaskan bahwa mereka perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pendidikan, pendanaan, hingga partisipasi lintas komunitas dan organisasi.

“Jika sineas muda di Kota Kupang ini mendapatkan perhatian dan ruang yang cukup, saya percaya eksplorasi mereka akan mampu menghasilkan film-film yang berkualitas baik,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sementara itu, Leonard Leoleba, salah satu produser film “Perempuan Tua Memandangi Lautan”, menjelaskan bahwa film merupakan media yang tepat menyampaikan informasi, membangun kesadaran sosial, serta mempromosikan potensi daerah.

Setelah terlibat dalam produksi film “Women From Rote Island”, Leonard dan tim bertekad kembali menghadirkan film yang menggali lebih dalam keindahan alam, budaya, serta isu sosial yang relevan di NTT.

“Film merupakan media yang paling tepat dalam menyampaikan informasi sekaligus sebagai tuntunan untuk menyadarkan masyarakat dan promosi,” kata Leonard.

Ia berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Kupang, baik dalam bentuk informasi maupun fasilitas lainnya, demi menghasilkan film dengan kualitas yang baik.

Menurut Leonard, produksi “Perempuan Tua Memandangi Lautan” akan dimulai pada Juni hingga Juli 2025 di dua lokasi, yaitu Kota Kupang dan Kabupaten Alor.

Ia optimis dengan dukungan dari Pemkot Kupang, film ini dapat menjadi karya seni berkualitas sekaligus mampu mempromosikan kebudayaan dan keindahan alam Kota Kupang ke tingkat nasional maupun internasional. (prokopim kota kupang/jems lutu edo/abi letman)

Pos terkait