-Kesaksian kita itu sungguh mendalam dan berarti sebab kita dihangatkan dalam semangat ‘api arang.’ Saat kita letih lesu dan bahkan nyaris patah arang, yakinlah akan hangatnya ‘api arang kebangkitan’ yang memberi asa. Tuhan menunjukkan ‘api arang’ pada para muridNya. Hal yang sama IA tunjukan pula kepada kita.
-Mari sebut saja sebagai ‘kesaksian ekaristik.’ Kesaksian yang berpusat pada ‘roti dan ikan.’ Tak sekadar memberikan kesaksian, tak sekadar bersuara dan gemakan kata.
Namun lebih dari itu, kesaksian kita itu sepatutnya dalam gema ekaristi: komunio, persaudaraan, sukacita, kesetiaan, syukur – terimakasih dan pengorbanan.
Hanya dengan itu kesaksian kita sungguh bercitra ‘berubah, beralih, melewati.’ Bercitra Paskah…
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati.
Amin. Alleluia







