Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Kisah Para Rasul 5:27b-32.40b-41
Mazmur Tanggapan: Mzm 30;2.4.5.6.11.12a.13b
Ref: “Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas”
Bacaan II Wahyu 5:11-14
Injil Yohanes 21: 1 – 19
“Kami adalah saksi dari segalanya itu…..”
Kis 5: 32
(Et nos sumus testes horum verborum…)
Kawan ku….
Buah dari Paskah kebangkitan, yang berpuncak pada ‘turun dan hadirNya Roh Kudus’ adalah gema kesaksian.
Paskah adalah awal sukacita dan keberanian untuk mewartakan, untuk menjadi saksi. Belaskasih Tuhan, Rahmat Keselamatan dalam Derita – Wafat – Kebangkitan Kristus mesti diteruskan.
Kawan ku…
Kita pun dipanggil untuk menjadi saksi dari semuanya. Tentang apa yang kita dengar, apa yang kita alami, dan tentang apa yang kita yakini…
Kawan ku….
Mari kita berkontemplasi akan jalur ‘menjadi saksi dalam terang Injil hari ini….’
-Menjadi saksi yang setia dan taat: mendengarkan apa yang diperintah Yesus… ‘Ia menyuruhmu tebarkan jala di sebelah kanan, namun mengapa kah kau menebarkannya di tempat yang hanya menjadi pilihanmu sendiri? Kita bisa menjadi saksi yang gagal, saksi palsu, yang bersaksi tentang diri sendiri, dan di tempat-tempat favorit pilihan sendiri. Maka, arahkan perhatian untuk menangkap suaraNya: di mana kita menebarkan jala.
-Kesaksian yang kita nyatakan itu selalu berpusat pada Tuhan. Murid yang dikasihi itu Yesus berseru pada Petrus, “Itu Tuhan…”
Kesaksian kita selalu dalam gema “Itu Tuhan.”
Sebab itulah pribadi, hidup dan karya Tuhan sepantasnya diketahui dan dikenal. “Itu Tuhan” menuntun kita kepada relasi pribadi yang bercitra dengan Tuhan.







