Kawan ku….
Iblis tak pernah paham bahwa semua yang indah dan benar ‘telah ada tertulis…’
Sebaliknya kita bukanlah manusia berhati dan berjiwa musrik. Apa yang baik, indah, benar, adil, damai, hormat, taat, kesetiaan dan seterusnya semuanya ‘telah ada tertulis.’ Bahkan tertulis indah di hati kita masing-masing.
Sayangnya kawan ku…
Banyak kali aku tak menyadari atau bahkan pura-pura lupa bahwa semuanya ‘ada tertulis’ di dalam hati ini. Ditulis dan diucapkan oleh sekian banyak sesama, kaum bijak dan orang-orang benar serta pandai…
Kawan ku…
Di Masa PraPaskah, Tobat dan Puasa ini, biarlah kita kembali merujuk pada suara Yesus “Ada tertulis, iya sebab ada tertulis…” si iblis memang tak punya hati untuk membaca. Sebab, iya itu tadi, ia ingin tetap di jalannya sendiri.
Namun, buat kita berdua, kawanku…
Momentum Masa Puasa, sekiranya jadi saat teduh, saat embun pagi pun saat kabut senja rahmat untuk kembali mendulang nilai dari “Sebab ada tertulis…”
Kawan ku…
Sekiranya kita berdua tak buta huruf apalagi buta mata hati untuk susuri “Sebab ada tertulis….”
‘Yang telah tertulis, biarlah tetap tertulis. Janganlah diubah-ubah dan diacak-acak hanya untuk kemauan hati dan pikiran kita sendiri.’
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin







