Kawan ku…
Selayaknya mesti kuakui setulusnya padamu. Betapa kumendengarkan Suara Kebenaran SABDA TUHAN, namun aku menjadikannya ‘barang palsu’ lewat kata-kata kebenaran versi-ku sendiri yang terbiasa untuk melukai, merendahkan sesama dan mencerai-berai.
Kawan ku….
Kiranya Roh Kebenaran yang Tuhan janjikan, hadir dan memenuhi hati dan pikiran kita berdua. Demi kembali berpegang pada kebenaran SABDA TUHAN.
Verbo Dei Amorem Spiranti
Tuhan memberkati
Amin – Alleluya







