Renungan Harian Sabtu, 21 Juni 2025

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Bacaan I 2Korintus 12:1-12
Mazmur Tanggapan: Mzm 34:8-9.10-11.12-13
Ref: “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan”

Injil Matius 6:24 – 34
“Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari”
Mat 6:34
(Sufficiet diei malatia sua)

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kawan ku…
Jangan bilang kita tak pernah dihinggapi rasa kuatir. Tak ada manusia yang tak pernah dirundung rasa kuatir. Kita sekian kuatir akan hidup, akan nasib, akan satu dua keadaan yang tak pasti.

Kawan ku…
Insaflah! Tidak kah ada banyak rasa kuatir yang bikin ‘tidur tak nyenyak walau mata terpejam? Makan tak berselera?, Wajah kita murung senyap ceriah? Atau telah lahirlah rasa tak nyaman di hati dan sesakan dada?’

Kawan ku…
Yakin kah kau akan sepotong kalimat itu, “Bila bebanmu terasa berat, hadapilah dengan senyum…?” Tidak kah bahwa ganti senyum, kita sering didera rasa putus asa, rasa hampa – datar – tak berarah untuk hadapi segala yang tak pasti?

Kawan ku….
Jika diri dan jalan hidup ini adalah satu ujian, maka yakinlah Tuhan tak pernah tempatkan tantangan hidup itu melampaui bakat dan kesanggupan yang dianugerahkannya pada masing-masing kita. Setiap kita miliki jumlah dan kualitas potensi diri demi ziarahi hidup ini.

Kawan ku…
Banyak petuah ingatkan, “Jangan berfantasi tak jelas sasar, ataupun bersibukria tanpa kendali arah. Hadapi saja kenyataan hidup ini sebagaimana adanya. Lakukan saja penuh setia apa yang dipercayakan dan yang mesti dikerjakan.

Dan lagi kawan ku….
Sekian kuatir akan diri dan bagaimana jalani hidup? Itu semua karena kita tempatkan diri sebagai ‘segalanya, semuanya serta sesempurnanya. Dan kita lalu tersentak dalam kuatir ternyata kita bukanlah superman atau mahasegalanya. Bukan!

Pos terkait