Renungan Harian Selasa 1 April 2025

IMG 20250303 WA0007

Oleh Pater Kons Beo, SVD

Bacaan I Yehezkiel 47:1-9.12
Mazmur Tanggapan Mzm 46:2-3.5-6.8-9
Ref: “Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub”
Injil Yohanes 5: 1-3a.5-16

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu, apabila airnya mulai bergoyang….”
Yohanes 5:7
(Domine, hominem non habeo, ut cum turbata fuerit aqua…)

Kawan ku…
Tiga puluh delapan tahun? Satu rentangan waktu yang tak singkat. Namun, orang sakit itu tetap bertahan sambil berbaring di salah satu serambi Kolam Betesta.

Kawan ku…
Di kurun waktu yang lama itu tak ada seorangpun yang tunjukan rasa kepeduliannya. Untuk menuntunnya ke kolam saat air kolam itu mulai bergoncang. Namun, si sakit tetap di situ, walau ia telah alami kenyataan ‘tak ada yang memperhatikannya.’

Kawan ku…
Walau tanpa sikap nyata penuh prihatin dari sesama, toh goncangan air kolam Betesta baginya adalah ‘goncangan pengharapan.’ Si sakit tak peduli akan ketidakpedulian. Intinya bahwa ‘harapan selalu membuatnya teguh. Penuh rindu akan kesembuhan.’

Dan kawan ku…
Yesus, Tuhan, hadir pada saat yang tepat!
“Bangunlah, angkatlah tilam-mu dan berjalanlah!” (Yoh 5:8) adalah jawaban pasti atas sebuah harapan dan kerinduan yang tak pernah pudar. Tuhan tahu saat yang tepat mengubah semuanya dalam kepastian.

Kawan ku….
Tidak kah kita yakin bahwa ‘harapan dan kerinduan dalam iman adalah untaian doa-doa kita? Tuhan bisa datang dan hadir lewat sesama-sesama kita yang menolong. Yang sungguh menaruh rasa prihatin akan kisah-kisah pilu dan derita yang kita hadapi.

Pos terkait