Renungan Harian Selasa 4 Maret : Seratus Kali Lipat (Markus 10:28-31)

IMG 20250303 WA0007

Oleh Pater Kons Beo, SVD

Kawan ku…
Sia-sia kah kita semua, Gereja – Umat Allah dalam mengikuti Yesus? Apakah kita kehilangan banyak hal untuk akhirnya menanggung risiko ‘ketiadaan,’ tanpa apa-apa?

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kawan ku….
Kata-kata Yesus ingatkan kita dan sungguh meneguhkan.
Kita tak pernah kehilangan apapun dan siapapun ketika kita sungguh percaya padaNya.

Kawan ku….
Iman pada Yesus dan pengharapan kita didalamNya memperjumpakan kita dengan siapapun sesama. Sebab dalam Yesus ada Kasih yang merekatkan. Yang mempersatukan. Dalam Yesus ada panggilan kepada Cinta Damai dan saling mengasihi.

Kawan ku….
Ada kah kita kehilangan saat kita tahu apa artinya menghayati sikap penuh persahabatan dan rasa kekeluargaan?

Kawan ku..
Agar kita tak kekurangan, tak kehilangan, agar dapat memperoleh seratus kali lipat, Yesus tegaskan cara hidup dalam Kasih sebagai tanda bahwa kita adalah murid-muridNya (cf Yoh 13: 34).

Kawan ku…
Tidak kah cara hidup jemaat perdana itu sungguh mengagumkan ketika kesaksian hidup mereka sungguh menjadi daya pikat bagi sekian banyak orang (cf Kis 2:41 – 47).

Kawan ku….
Kita bakal tak dapat memperoleh ‘seratus kali lipat’ dalam Yesus. Itu sekiranya hidup kita ribut melulu, saling mempersalahkan, gemar untuk saling ‘baku jual’ dan mudah untuk memfitnah. Kita bakal ‘minus’ dalam menjaring rasa persahabatan itu.

Kawan ku..
‘Seratus kali lipat dapat kita alami’ dalam tindak solider dan berbelarasa, dalam maaf dan sanggup mengampuni, dalam apa yang dinasihati kepada kita, “Kau hidup bae-bae sedikit dengan sesama. Jangan maen emosi, marah-marah dan kasar serta tajam kata melulu dengan orang lain.”
Orang pada menjauh. “Seratus kali lipat lenyap senyap tinggal mimpi.”

Pos terkait