Bacaan I Keluaran 14:5-18
Kidung Tanggapan: Keluaran 15: 1-6
Ref: “Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab IA tinggi luhur”
Injil Matius 12: 38 – 42
“Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang perkasa”
Kel 14:8
(Et persecutus est filios Israel: at illi egressi sunt in manu excelsa)
Kawan ku….
Tahu dirilah kita. Betapa tak berartinya kita di mata sesama. Terlalu rimbun dan teballah kekurangan kita, banyak ketidakhebatan itu ada pada kita. Cacat dan kelemahan itu terpatri pada diri dan di kehidupan kita…
Tetapi kawan ku…
Terhadap diri kita yang nyata-nyata ‘banyak kurang dan tak ada apa-apanya’ ini, kenapa kah banyak orang begitu semangat bersatu untuk menggalang kekuatan untuk melawan dan melumpuhkan? Iya, banyak orang berusaha menggalang kekuatan untuk menghadang kita yang tak ada apa-apanya.
Kawan ku….
Di harian nyata, kita berdua pun sebenarnya tak luput aksi serupa. Kita ‘kumpul-kumpul bersama’ dengan tema hanya seputar ‘kurang, lemah dan tak hebatnya orang lain.’ Begitulah dan seterusnya….
Namun, sesungguhnya, kawan ku…
Renungkanlah! Siapakah sebenarnya yang nyata-nyata lemah, kurang dan tak berdaya? Orang yang kita anggap ‘lemah, kurang, penuh dengan segala ketakberdayaan justru dialah yang membuktikan bahwa kitalah yang lemah dan tak berdaya. Sebab itulah, kitalah yang mesti menggalang kekuatan dengan pelbagai cara untuk menghadangnya. “Hanya orang-orang lemahlah yang bersatu untuk kumpulkan kekuatan.”
Kawan ku….
Benarkah Israel itu kecil, lemah, tak berarti dan tak berdaya? Tetapi, lihatlah! Israel yang dianggap kecil, lemah dan tak berarti itu mendesak Firaun untuk menggalang kekuatan sejadinya. Pasukan berkuda dan prajurit Mesir yang terbaik mesti disiapkan.
Tetapi, bagi Israel berserah diri pada TUHAN dan berpasrah padaNYA telah menjadi jalan terbaik untuk menjauhi Mesir dan bebas dari perbudakan…







