Menurutnya, hal ini merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota Kupang dan Gereja untuk secara bersama-sama membina para pemuda menjadi orang-orang yang kuat, berkreativitas di kemudian hari.
“Kita tidak akan maju kalau kita tidak mempersiapkan adik-adik pemuda kita untuk menjadi pemuda yang tangguh dan memiliki kreativitas yang berguna bagi bangsa ini,” ungkapnya.
Diakui Jefri, Pemkot Kupang menyadari peran penting kaum muda dalam seluruh proses pembangunan di kota ini. Peningkatan kualitas sumber daya manusia kaum muda menjadi perhatian serius, bahkan merupakan salah satu prioritas utama Pemkot Kupang.
Jefri sangat berharap kegiatan ini bisa meningkatkan rasa solidaritas di antara sesama pemuda Kristen sekaligus menguatkan kualitas iman pemuda Kristen.
Lebih lanjut Jefri berharap agar pemuda Kristen memiliki kepekaan terhadap isu-isu aktual dan global, termasuk pandemi Covid-19. Mengingat anak muda merupakan kelompok yang dinamis, sehingga kepedulian pemuda terhadap ancaman nyata covid diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam memutus mata rantai virus corona.
Dalam kotbahnya, Pendeta Yandi Manobe, S.Th menyoroti pemuda dan pemudi Kristen tidak hanya merupakan masa depan Gereja, namun juga berperan bagi masa kini gereja dan bangsa. Untuk itu para muda mudi Kristen harus sadar diri dengan meningkatkan ibadah sebagai hal penting dalam hidup agar langkah dalam meraih masa depan terus terarah sesuai tuntunan Firman Tuhan.
Kepada para peserta yang menyimak kotbah dari perangkat masing-masing melalui aplikasi zoom meeting, Pendeta Yandi Manobe juga berpesan agar pemuda-pemudi memrioritaskan hal-hal yang lebih penting agar tidak terjerumus dalam tindakan negatif yang merugikan diri sendiri dan orang lain.







