LARANTUKA KABARNTT. CO–-Tidak ingin kawasan pantai jadi kotor penuh sampah, Komunitas Trash Hero dan komunitas pemerhati lingkungan lainnya di Larantuka, turun tangan bahu membahu membersihkan pesisir pantai, Minggu (5/2/2023) petang.
Seperti yang disaksikan, Komunitas Trash Hero menyisir Pantai Meting Doeng, Kelurahan Weri, Larantuka memungut sampah.
Mereka kompak dan penuh semangat memungut sampah-sampah yang berserakan di pantai. Hampir semua mengenakan kostum kuning dengan tulisan Trash Hero.
Keterangan yang didapat media ini menyebutkan, aksi cinta lingkungan ini bermula dari keresahan komunitas ini menyaksikan kawasan pantai yang semakin dicemari sampah-sampah.
Memanfaatkan media sosial, mulanya kepedulian ini diungkap satu dua orang di media sosial. Tak dinyana banyak orang kemudian tertarik dengan ikut merasakan keprihatinan itu.
Menyatakan kepedulian itu, mereka kemudian membentuk komunitas yang terdiri dari beberapa komunitas orang muda yang membentuk koalisi dan berkolaborasi dengan tujuan yang sama yaitu perangi sampah, terlebih sampah plastic.
Komunitas yang tergabung selain Trash Hero sendiri, ada komunitas pencinta lingkungan Sahara atau Sahabat Alam Raya, Simpasio Institute Larantuka, dan juga komunitas Pemuda Pencinta Lingkungan Waiklibang.
Koordinator Trash Hero, Maria Fatima Ola, menjelaskan Trash Hero merupakan sebuah organisasi nirlaba, yang bergerak di bidang edukasi lingkungan melalui kampanye aksi bersih dan sosialisasi bahaya sampah plastik.
“Yang kami lakukan adalah aksi bersih di setiap akhir pekan. Kami juga melakukan edukasi ke sekolah-sekolah, ke karang taruna, ke kelompok keagamaan, kepemudaan, dalam hal ini karang taruna maupun OMK. Selain itu kami berkampanye melalui media sosia,” utur Fatima Ola.
Awal mula kepedulian komunitas ini, jelas Fatima Ola, karena mereka merasa bahwa ada yang sedang tidak berjalan semestinya, terutama kondisi lingkungan.
“Jika dulu kita ke pantai untuk berekreasi kita akan menikmati pantai yang indah dengan pasir yang putih. Tapi sekarang kondisi nyata yang kita saksikan sekarang bukan lagi siput-siput, tapi sampah sangat banyak bertebaran. Dari mana sampah berasal, tentu dari kita dalam hal ini masyarakat, entah masyarakat yang berdomisili di Kota Larantuka ataupun masyarakat yang dari luar,” jelas Fatima yang juga seorang ASN di Pemkab Flotim ini.
Fatima melanjutkan, “Mungkin mereka belum menyadari bahwa sebenarnya sampah-sampah ini penempatanya bukan di sini, terutama sampah plastik. Karena kita tahu sampah plastik selain tidak dapat terurai di alam secara alami, dampaknya juga berkepanjangan dalam hal ini jika di pantai dapat merusak ekosistem laut. Dan dampak secara berkelanjutan tentu pada kesehatan kita karena kita mengonsumsi ikan-ikan sebagai sumber protein dan dalam jangka waktu yang lebih panjang lagi adalah krisis iklim.”
Tentang Trash Hero, jelas Fatima, lahir dan terbentuk Oktober 2019. Komunitas ini lahir dari keresahan terhadap kerusakan pantai karena kondisi pantai sangat berubah, tidak seperti dulu lagi.
Terlecut dengan kondisi itu, tutur Fatima, bersama sejumlah orang yang peduli mereka ingin melakukan sesuatu yang positif.
“Maka banyak dari kami memutuskan untuk bergabung di komunitas besar ini yaitu Trash Hero World dan Trash Hero Indonesia,” kisah Fatima.
Fatima mengajak warga untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang berlebihan.
“Karena dalam jumlah banyak berdampak seperti saat ini. TPS banyak dirusak oleh masyarakat karena dekat lingkungan, apalagi kalau sampah -sampah organik tercampur dengan sampah plastik akan menimbulkan bau tidak sedap, yang menyebabkan ketidaknyamanan masyarakat. Kami berharap ke depannya ada pusat daur ulang sampah atau bank sampah segera aktif,” harap Fatima.
Di Larantuka sendiri, kata Fatima, sudah ada pusat daur ulang sampah, namun belum aktif. (abh)







