Inspirasi Negeri, UMKM Binaan Bank NTT Ini Sampai Dikunjungi Pejabat Negara

kandy mayangsari
Pemilik Komodo Gift Labuan Bajo, Kandy Mayangsari (tengah) di tengah para tetamu, antara lain Komisi X DPR RI yang dipimpin Desy Ratnasari

Siapa tidak kenal Komodo Gift di Labuan Bajo? Belum afdol rasanya kalau ke Labuan Bano dan tidak mampir di Komodo Gift.

Komodo Gift ini tidak lain menjadi satu outlet penjualan kain tenun terlengkap dan juga asesoris khas NTT

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Komodo Gift milik Maria Srikandi Mayangsari Latubatara, yang akrab dengan sapaan Kandy ini,  terletak di  Jalab Raymundus Rambu No 17 RT 03/013 Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo.

UMKM milik Ibu Kandy ini kini sudah menjadi ikon di destinasi super premium, Labuan Bajo. Setiap tamu yang berkunjung ke Labuan Bajo, takkan lengkap kunjungannya jika belum sempat mampir ke galeri ini.

Ketika dihubungi akhir pekan lalu di Labuan Bajo, Ibu Kandy mengurai banyak hal mengenai kesuksesannya bermitra dengan Bank NTT. Dibukanya satu demi satu lembaran perjuangannya bersama bank kebanggaan masyarakat NTT ini.

Sejak tahun 2015, saat masih aktif menjadi seorang aktivis LSM international, Kandy melihat banyak peluang yang bisa dimasukinya.

“Saya masuk Labuan Bajo sejak tahun 2006 bersama suami. Saya bekerja di international NGO selama 4 tahun. Ketika itu saya berhadapan dengan begitu banyak tamu dari kantor saya sendiri. Ketika  mereka mau kembali, mereka tanya soal asesoris,” kisah Kandy.

Saat itu, kata Kandy, Labuan Bajo tidak seperti sekarang. “Setiap tamu yang pulang saya susah sekali mencari kado. Di kantor sering ada gift dan saya susah sekali dapatnya. Begitu project dari kantor saya selesai, saya berpikir kenapa saya tidak mencoba melakukan usaha untuk sovenir shop,” jelasnya.

Kandy lalu membuka usaha, sovenir shop. Saat itu memang sudah ada beberapa usaha serupa, namun dia yakin bahwa setiap niat baik akan direstui Tuhan.

“Dan 2015 saya coba untuk itu,” tambahnya.

Syukur, di tengah segala keterbatasan yang dimilikinya, usahanya disuport serius oleh Bank NTT dengan memberikan pinjaman Rp 200 juta. Dengan pinjaman itu,  Kandy mulai mendesain usahanya.

Walau sekarang di Labuan Bajo sudah ada berbagai toko sovenir, ada taipan dan investor, namun bukan Kandy namanya jika gampang pasrah. Dia selalu punya strategi. Bahkan dia tidak pernah menganggap mereka adalah kompetitornya.

“Saya masuk ke mereka dengan brand-brand saya baik fashion, kuliner dan sebagainya. Inilah salah satu cara yang membantu saya. Jadi, kehadiran mereka penting, dan banyak membantu saya. Dan sekarang saya tahu bahwa saya tidak bisa melawan mereka. Nah, di saya itu komplit, toko tenunan dan juga oleh-oleh. Ada aneka asesories. Kalau tenunnya memang mahal, sehingga kita pecah-pecah dengan aneka asesories dengan harga yang murah,” jelasnya.

Memang sangat menginspirasi negeri dengan hadirnya Komodo Gift. Para tamu yang ke Labuan Bajo selalu mendapatkan solusi jika hendak kembali ke tempat asalnya. Mereka selalu menemukan oleh-oleh yang tidak mahal namun  berkualitas. Tamu yang berkunjung ke sana pun tidak sedikit. Setiap minggu jumlahnya ratusan dan mereka tidak saja dari NTT, melainkan dari luar provinsi.

Ada Maluku, Sumatera, Bali, Kalimantan, Bali dan lainnya. Bahkan belum lama ini pimpinan Bank Indonesia mampir ke sana, sejenak melihat dari dekat praktek digitalisasi pembayaran. Juga ada rombongan Komisi X DPR RI, para direksi dan komisaris BPD se-Indonesia saat pertemuan akhir 2022 lalu di Labuan Bajo. Bahkan tak terhitung wisatawan mancanegara.

“Tempat saya menjadi salah satu obyek wisata budaya untuk tamu ketika mereka mau belajar tentang tenun. Saya membuat satu obyek wisata budaya, mereka bisa belanja oleh-oleh, apa yang mereka butuhkan saya siapkan. Saya tidak saja menjual tenun Manggarai, melainkan mini budayanya NTT. Semua tenun NTT ada di tempat saya. Seluruh NTT bahkan seluruh kecamatan ada di saya,” tuturnya.

Lalu berapa omzetnya sebulan? Omzet yang dicapainya sebulan rata-rata Rp 80-100 juta. Dan, Kandy merasa terbantu karena Bank NTT tidak saja memberinya modal usaha, melainkan menyediakan relasi, jaringannya selalu terbuka dan dia bertumbuh karena relasi yang baik itu.

Dan untuk mempermudah dalam bertransaksi, Kandy menyiapkan seluruh fasilitas layanan yang disediakan oleh Bank NTT.

“Semua aplikasi perbankan yang ada di Bank NTT itu ada di saya. Ada QRIS, EDC. Saya sangat terbantu dengan Mobile Banking Bank NTT, karena banyak pengunjung yang membutuhkannya. Sebagian besar pengunjung ke sini menggunakan layanan M Banking dan Bank NTT menyediakannya bagi kami,” pungkasnya. (humas bank ntt)

Pos terkait