
Salah seorang peserta vaksinasi mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Kemenkes RI yang difasilitasi oleh Melki Laka Lena tersebut. Dia memberi apresiasi karena vaksinasi berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan kerumunan serta bersesak-sesakan untuk mendapatkan nomor antrean.
“Meskipun kami perserta vaksin mencapai seribu orang, namun sangat kondusif. Tidak ada yang berkerumum, apalagi bersesak-sesakan. Karena panitia sudah mengatur proses vaksinasi, kami duduk dengan jarak yang sudah diatur. Sangat cepat sehingga 1.000 bisa 1 hari saja,” jelas warga Kelurahan Kayu Putih Kota Kupang itu.
Warga yang tak mau disebutkan namanya itu mendapat giliran divaksin sore hari. Teman-temannya yang datang pada malam hari juga dilayani dengan baik.
“Pelayanannya bagus sekali. Kami puas. Vaksin massal seperti ini perlu dicontohi. Jangan sampai banyak masyarakat yang pulang dengan kecewa karena tidak mendapatkan vaksin meskipun sudah mengantre,” katanya.
Koordinator tim dari Kemenkes, dr. Alfarizi, menjelaskan, 1.000 peserta vaksin yang mendapatkan dosis pertama di Gereja Assumpta akan mendapatkan pelayanan dosis kedua di puskesmas masing-masing.
Mindriyati Astiningsih Laka Lena yang langsung hadir dalam kegiatan vaksinasi di Kupang mendukung penuh pelaksanaan vaksinasi massal itu guna membentuk herd immunity 70 persen masyarakat Kota Kupang.
“Kita ambil dari Kota Kupang dulu, dan bersyukur tadi kalau ibu yang dari Dinkes tadi jelaskan kalau Kota Kupang sudah 50% (vaksin). Semoga dengan partisipasi dari DPR-RI ini akan semakin mempercepat supaya nanti 70% segera tercapai,” kata Astiningsih dari DPP Golkar. (rambu prailiang)





