Herodes Agung dan Tsunami Kuasa Itu

IMG 20241122 174108

Bukankah ‘kuasa dan takhta’ itu sesungguhnya terlekat pada Herodes in persona? Ia tak hanya sekadar ‘wakil bonekaan Roma, Pusat Kekuasaan Imperium dalam tangan Kaiser.’ Herodes pun adalah ‘pribadi unik dalam karakternya nan gelisah penuh cemas akan kuasanya. Kiranya seperti itulah….?

Mungkin sedikit hiperbolik exagerated bahwa ‘Di kesehariannya, si Herodes ini lebih banyak hanya ‘main pikir dan kerja geser sana-geser sini, gusur ini-gusur itu, cekal di sini-cekal di sana, tempatkan yang itu di sini-buang yang ini ke sana. Iya, Herodes dan ring satu nya, di zaman itu, tentu sudah bertindak ‘cerdas untuk tak dibilang lihai dalam strategi positioning and placing personil di wilayah kekuasaannya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tak penting bahwa ini semestinya di jalan ‘right man on the right place’ sebagai ujung yang sehat dari sebuah dinamika elok ‘fit and proper test..’ Yang terutama bagi Herodes dan kroninya ‘Asalkan kau jangan coba-coba eror untuk otak-atik kenyamanan kekuasaan.’

Untuk kita-kita yang ada dalam lingkaran kekuasaan: sebesar dan sekecil, selebar dan sesempit, seberat dan seringan apa pun, dan dalam panggilan kekuasaan model apa saja, mungkinkah suara Rasul Paulus kepada orang-orang di Filipi bisa jadi inspirasi penuh terang? ‘Tetap merendah dan terus merendah, dalam kerendahan hati’ (cf Flp 2:6).

Dan dalam Yesus dari Nazaret, kuasa dan ‘menjadi yang pertama itu mesti sungguh nyata dalam pengorbanan dan pelayanan.’ SabdaNya jelas:

“…dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayan dari semuanya. Dan barangsiapa yang ingin menjadi yang pertama di antara kamu, harus menjadi menjadi pelayan dari semuanya. Dan barang siapa di antara kamu yang hendak menjadi kepala, ia patut menjadi hamba kepada sekalian…” (Markus 10:44).

Pos terkait