Kala Golkar Kala NTT

GOLKAR3 1

Pada kesempatan itu Ketua Panitia Musda X Golkar NTT, Frans Sarong, menyatakan arus dukungan dari kabupaten/kota sangat kuat. Melki dipilih sebagai Ketua Golkar NTT secara musyawarah mufakat. Luar biasa. Tidak ada riak konflik di sana. Ini berbeda dari musda-musda di partai lain. Sebab, faktanya di beberapa partai di luar Golkar, sebelum kegiatan Musda, banyak calon melakukan kegiatan penggalangan dukungan serta karantina.

Terpilihnya kembali Melki Laka Lena secara aklamasi sebagai Ketua DPD 1 partai berlambang pohon beringin itu menguatkan bukti bahwa rasa solidaritas dan persaudaraan dalam kepartaian sangat kuat. Artinya bahwa dinamika pemilihan Ketua DPD 1 tidak tercium aroma konflik dalam pemilihan, baik itu konflik kepentingan, etnis dan agama.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Suksesnya Laka Lena dalam memimpin partai pada periode sebelumnya menyedot perhatian para pemimpin Partai Golkar di tingkat daerah hingga mengantarnya terpilih lagi secara aklamasi. Terpilihnya Laka Lena secara aklamasi menyadarkan kita bahwa roh persatuan dan persaudaraan dalam Partai Golkar sangat kuat. Golongan tua dan muda tidak terlihat berkonflik mencari kekuasaan. Kedua golongan ini berjibaku membangan partai yang melek pengkaderan. Terpilihnya Laka Lena yang nota bene dari golongan muda merupakan buah pendidikan dari golongan tua. Artinya tidak ada ego dari golongan tua untuk memimpin. Mereka justru mengapresiasi dan mendorong kelompok muda.

Di tengah gelombang politik identitas saat ini, makin minim kehadiran partai yang mengerti dan paham azas perbedaan. Isu etnis dan agama merupakan topik utama yang gampang digoreng dan dijual. Masyarakat diadu domba demi kepentingan sesaat beberapa kelompok.

Pos terkait