Provinsi NTT yang nota bene terdiri dari beragam etnis dan agama juga merupakan korban dari keserakahan satu dua kelompok kepentingan yang haus kekuasaan politik. Isu etnis dan agama sering dimainkan dan dipolitisasi demi menduduki tahta kekuasaan. Perpecahan, adu kekuatan agama, dan etnis terjadi di mana-mana ketika musim pilkada muncul. Menariknya, Golkar menepis beragam isu itu dan membuktikan bahwa siapa pun boleh menjadi pemimpin di NTT.
Kehadiran partai yang berlogo pohon beringin yang dikelilingi untaian padi dan kapas dalam perisai segi lima dengan pita bertuliskan GOLONGAN KARYA ini di NTT membawa angin segar bagi masyarakat NTT. Pohon beringin bermakna melindungi yang berarti bahwa partai golkar memberi perlindungan bagi rakyat Indonesia pada umumnya dan NTT khususnya.
Filosofi pohon bringin ini menyadarkan kita akan pentingnya rasa kebersamaan, persaudaraan, dan menghargai perbedaan. Kehadiran Partai Golkar di NTT ingin memberi perlindungan bagi rakyat yang dibutakan oleh politik kepentingan yang mengatasnamakan suku dan agama.
Padi dan Kapas merupakan lambang kesejateraan sosial bagi masyarakat Indonesia umumnya dan NTT Khususnya. Filosofi padi dan kapas ini merupakan cita-cita ketulusan Partai Golkar untuk mensejahterakan masyarakat NTT dan Indonesia umumnya. Kita sebagai masyarakat harus menghargai cita-cita dan ketulusan hati Partai Golkar yang ingin melindungi dan mensejahterakan rakyat. Dengan latar belakang provinsi yang terdiri dari beragam suku dan agama, kehadiran Partai Golkar menjadi pilar utama persatuan. Kiprah Partai Golkar di NTT yang tidak mengutamakan suku, kelompok, dan agama merupakan bukti bahwa Partai Golkar NTT memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga persatuan di NTT.





