Kasih Persaudaraan Lintas Batas

mgr budi1

Sebab kasih persaudaraan adalah warisan serentak perutusan yang Yesus berikan kepada kita, maka, marilah kita barui tekad kita untuk hidupi kasih persaudaraan. Warisan ini mesti kita pelihara, nilai ini perlu kita kumandangkan. Dalam terang bacaan-bacaan hari ini, saya hendak menggarisbawahi tiga hal sebagai kunci meneguhkan komitmen memelihara kasih persaudaraan.

Pertama, pendalaman spiritualitas yang inkarnatif, yang menyadarkan kita akan hakikat kita sebagai anak-anak Tuhan serentak saudara atau saudari bagi sesama yang lain dan bagi alam. Relasi yang mendalam dengan Tuhan tidak membuat kita lupa sejarah dan putus hubungan dengan dunia.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sebaliknya, spiritualitas inkarnatif membawa kita ke bumi, merangkul kemanusiaan yang terluka karena berbagai sebab, dan mencoba menyembuhkannya. Sebelum segalanya, kasih Tuhanlah yang merangkul, mengampuni dan menyembuhkan kita.

Yesus, dalam Injil tadi mengatakan: “Tinggallah di dalam kasihKu”. Tinggal dalam Tuhan, merasa betah dalam kehadiran Allah, tidak hidup dalam bayangan mesti menyembunyikan sesuatu dari Tuhan. Hanya apabila kita merasa aman dengan Tuhan, kita sungguh dapat merasa aman dengan diri dan tidak diliputi ketakutan terhadap yang lain. Hanya apabila kita tinggal dalam kasih Tuhan dan membiarkan Dia tinggal bersama kita, kita dapat saling menerima sebagai saudara.

Kedua, penguatan identitas diri melalui pendidikan yang tanpa akhir. Mengasihi berarti memberi ruang dan menciptakan kondisi bagi yang dikasihi untuk berkembang menjadi pribadi yang mandiri, untuk menjadi diri sendiri. Penggalan kitab Nabi Yeremia yang kita dengar dalam bacaan pertama tadi mengingatkan bahwa sejak dalam kandungan Tuhan sudah memperhatikan kita.

Pos terkait