Les Bleus Benar-Benar Beruntung!

Kons beo5

Lawan boleh lawan, saing boleh bersaing. Tapi, toh pada akhirnya kebesaran jiwa yang harus jadi pemenangnya. Satu pelajaran mahal yang mesti ditangkap. “Saat sibuk kerja di lapangan, kita harus kompetitif. Bersaing penuh perjuangan dan sportif.” Di keseharian, haruslah sejuk dan damai.

Yang ini buat saya teringat akan satu stiker di satu mobil travel di Kota Ruteng. Tertulis di kaca depan, “Bersatu di pangkalan bersaing di jalanan.” Yang ini pasti bertolak belakang dengan banyak kenyataan berbeda untuk alam sepakbola.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Lihat saja! Para pemain, semuanya, ada ‘aman-aman di pangkalan lapangan,’ tapi para suporter ini yang ‘mulai emosi sembarang’ sampai luar lapangan. Dan ini yang memang berat dan membahayakan. Tapi mari tinggalkan dulu Messi dkk vs Modrić dkk.

Tim Tango kini lagi menanti Prancis di final. Dalam laga penuh sengit, akhirnya Prancis boleh melenggang ke final. Maroko mesti terhenti di hasil akhir 0 – 2. Gol Theo Hernandez dan Randal Kolo Muani hentikan ambisi besar Maroko demi ke final. Bagaimana pun, Prancis boleh berjaya, namun salut dan aplaus mesti jadi milik Maroko pula. Maroko sudah punya sejarah. Jadi tim pertama benua Afrika yang masuk semi final.

Satu perlawanan penuh sengit. Sepertinya kalah dan menyerah hanya ditentukan pluit akhir. Bukan setelah lawan sudah ciptakan gol. Mungkin itulah prinsip heroik yang dimiliki Maroko. Serang dan terus menyerang.

Bukankah sebenarnya buat Maroko ada peluang untuk ciptakan gol? The Atlas Lions sungguh tak beruntung nasib malam tadi. Bayangkan saja, andai di jelang akhir babak pertama itu tendangan salto Jawad El Yamiq berbuah gol? Atau sebelumnya, saat tendangan jarak jauh  Azzedine Ounahi tak mampu ditepis penjaga gawang Prancis, Hugo Llioris. Cerita pertandingan bisa berakhir lain.

Pos terkait