Dalam kerangka itu, kemenangan Partai Golkar jelas menjadi panggung untuk Pemilu 2024. Kemenangan di enam daerah tersebut menjadi modal kuat Golkar dalam mengajukan calon yang akan didukung entah di level provinsi dan terutama di tingkat nasional nanti.
Pembangunan jaringan yang kuat dan efektif serta merawat kepercayaan rakyat jelas menjadi strategi utama Golkar. Dengan cara ini, hati rakyat sebagai pemilik sah suara, agak sulit keluar dan lari ke partai lain.
Ekosistem Demokrasi
Merujuk kerangka patron-klien di atas kita dapat menjelaskan dengan sangat jitu realitas kekinian politik lokal kita. Kita bisa menjelaskan kemenangan Golkar di enam daerah itu. Jika masyarakat sedikit teliti dan berpikir sedikit liar, mudah sekali membaca fenomena pembangungan jaringan yang dilakukan Golkar di sembilan kabupaten yang melakukan hajatan politik 9 Desember lalu.
Tiga karakter dasar yang mudah dilihat yakni hubungan timbal-balik (resiprositas), hierarkis, dan berulang kali. Sang calon atau bakal calon dan elite partai terus dan selalu bersama rakyat. Dalam kadar tertentu, rakyat yang sudah cerdas. Mereka tidak akan memilih pasangan calon yang jauh dari rakyat. Di situ Golkar laik disebut.
Gugatan selanjutnya adalah bagaimana hukum patron-klien memengaruhi demokrasi? Semua yang belajar demokrasi paham benar bahwa demokrasi dipahami sejauh mengerti dua pertanyaan penting yakni untuk kepentingan siapa kekuasaan dijalankan (demokrasi substansial) dan bagaimana kekuasaan itu dikelola (demokrasi prosedural).





