Pelatih Tegang di Akhir Fase Grup Pildun 2026

IMG 20260618 WA0004

Di grup H, ada laga antara Timnas Ekuador versus Jerman. Hasil akhir 2-1. Jika saja timnas Ekuador “tergelincir” maka perjuangannya kandas, dan harus menunggu empat tahun lagi. Namun seperti “berkah”, mimpi jadi kenyataan, La Tri (gelar Timnas Ekuador) memenangkan laga dan melangkah ke babak 32 besar.

Pada grup H, ada laga antara perwakilan tim dari Asia dan tim debutan dari negara yang terletak di rantai kepulauan, pada pesisir barat Afrika, Timnas Cape Verde versus Arab Saudi (0-0). Hasil akhir ini membolehkan timnas Cape Verde lolos ke fase gugur, walau tidak memenangkan laga terakhir ini, dan satu lagi tim dari Asia “jatuh” dan angkat koper pulang kampung.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Di laga ketiga lain di grup H, Timnas Uruguay versus Spanyol. Dua tim kuat dari benua berbeda ini, Eropa dan Amerika Latin beradu “taring” secara sengit sekali. Hasil akhir laga, Timnas La Celeste harus mengakui keunggulan timnas Spanyol. Hasil akhir timnas Uruguay “pulang rumah”. Sementara di grup K dan I, jika timnas Ghana dan Uzbekistan menang di laga akhir tersebut maka sejarah akan mencatat eksistensi kedua tim ini di Fase 32 besar Piala Dunia 2026.

Jadi soal menang atau kalah dalam pertandingan, secara profesional diterima. Hasil ini menjadi catatan sejarah persepakbolaan di negara masing-masing dan di lembaran sejarah bola kaki dunia. Kekalahan kemudian dapat menjadi nokta hitam yang tidak terhapus dari lembaran sejarah sepak bola dan kemenangan ditulis dengan tinta emas. Sifatnya tak lekang oleh waktu dan dikisahkan turun temurun.

Pos terkait