Pelatih Tegang di Akhir Fase Grup Pildun 2026

IMG 20260618 WA0004

Beda lagi dengan coach Fabio Carnavaro. Keadaan tegang mengharuskannya tetap (“kelihatan”) tenang. Dalil yang mungkin dapat dipakai adalah “timnya adalah tim debutan”, walau ada upaya bangkit dan berjuang pada setiap laga, tetapi tetap jatuh, alias kalah. Coach Marcelo Biesla pelatih timnas Uruguay, sepertinya sakit sekali sebagai akibat dari keadaan tegang yang dialami, sampai mengeluarkan pernyataan usai laga kontra timnas Spanyol, “Siap mundur dari kursi pelatih kepala Timnas Uruguay”.

Realita amat berbeda tampak pada Pedro Leitao Brito, pelatih Timnas Cape Verde. Keadaan tenangnya selama proses pertandingan membawa kelegaan di akhir sesi. Hasil akhirnya perjuangannya di fase grup menghantar skuadnya mencetak sejarah lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, walau tidak pernah menang dalam salah satu laga pun di fase grup.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kisah lain, datang dari pelatih timnas Afrika Selatan asal Belgia, Hugo Broos. Keadaan tegangnya selama proses pertandingan, melegakannya di akhir laga (walau harus gugur terhormat di fase gugur). Lihatlah juga apa yang dilakukan pelatih Ekuador, Sebastian Beccacece usai laga ketika timnya memenangkan laga versus Jerman? Siapa yang ia tuju pertama untuk ungkapkan kelegaannya? Hal senada dialami pelatih Timnas Croasia, Zlatco Dalic dan Timnas RD. Kongo, Sebastien Desabre, pelatih berkebangsaan Perancis itu. Keadaan tegang dan presur tingkat tinggi yang dialami kedua pelatih berakhir melegakan.

Disanggah lebih jauh atas kondisi yang dialami para pelatih yang belum beruntung, maka kesimpulan sementaranya adalah bahwa “keadaan tegang” dapat menjadi pembunuh karakter yang paling mengkhawatirkan karir lanjut para pelatih kepala dan segenap perangkat kepelatihan. Olehnya keadaan ini harus mendapat perhatian dan dimaklumi dengan menghentikan segala aksi tidak bertanggung jawab dari pihak eksternal agar segala kemampuan untuk mengelola “ketegangan” yang dialami lebih cepat masa pemulihannya dan pemurnian motivasi bertanding dan visi bermain timnas ke depan naik level. Karir sang coach dan semua perangkat kepelatihan dapat kembali menggeliat di rel yang aman dan nyaman.*

Pos terkait