Inilah alasan utama hingga Presiden Joko Widodo secara khusus berkunjung dan menemui para korban bencana di Amakaka (Ile Ape, Lembata), dan Nele Lamadike (Adonara), Jumat (9/4/2021).
Mendahului Presiden Jokowi, Mensos Tri Rismaharini sudah tiba di Flotim dan Lembata sejak Selasa (6/4/2021). Selain kehilangan puluhan korban jiwa, perkampungan Nele Lamadike yang tumbuh di punggung Gunung Ile Boleng, memang luluh lantak. Suasana pilu yang begitu menusuk membuat Presiden Joko Widodo tak sanggup membendung air matanya. Rasa haru yang ditandai beberapa kali harus menyeka air matanya, terlihat ketika Presiden Joko Widodo menginjakkan kaki di perkampungan Nele Lamadika di Kecamatan Ile Boleng (Adonara), lima hari setelah badai berlalu.
Tak cukup hanya menumpahkan air mata. Sebelumnya, ketika mengunjungi titik bencana di Amakaka, Kecamatan Ile Ape (Lembata), Presiden Joko Widodo sampai menanggalkan jaketnya yang berwarna merah, lalu dipakaikan kepada seorang pemuda korbam bencana, yang kemudian diketahui bernana Fransiskus Ade Uran Atawolo (30).
Kehadiran Presiden Joko Widodo hingga titik terdampak paling parah mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak di NTT. Salah satunya Ketua DPRD Lembata, Petrus Gero. Kata dia, kunjungan Presiden Jokowi itu tanda kuat kehadiran negara saat masyarakat dilanda duka. Pak Jokowi adalah presiden yang sederhana, rendah hati dan responsif. Beliau mau ikut merasakan penderitaan masyarakat secara langsung di lokasi bencana,” tutur Peterus Gero yang juga Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Lembata.





