Tak hanya berhenti di situ.
Sebab berikutnya… ?
SUASANA hati tak karuan nan kocar-kocir segera dihadapi. “Mengamuklah topan yang sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu…” (Mrk 4:37).
Ini sungguh satu perjalanan jelang malam yang mencemaskan. Penuh gunda gulana. Tanpa damai dan kepastian.
BUKAN KAH sepantasnya tetaplah mereka nikmati alam dan suasana nyaman sebelumnya dan tak harus bertolak ke seberang?
Namun, semuanya memang harus terjadi! Dalam ajakan Yesus, Sang Guru.
KUALITAS kemuridan dalam Yesus dan percaya kepadaNya memang harus teruji di saat-saat sulit dan tak menentu. Mesti masuk “Di tengah ombak dan arus pencobaan… ”
Bagaimanapun…
YESUS, tetaplah menjadi POKOK kehidupan, kekuatan dan ketenangan hidup. Bukan kenyamanan karena orang banyak. Bukan pula karena kegentaran dalam badai-badai kehidupan! Yang bisa meredupkan semuanya. Bukan!
YESUS yang tertidur dan mesti segera dibangunkan oleh para murid. Tidak kah hal itu mengungkapkan harapan! Harapan dan permohonan akan kepedulian Tuhan tentang apa yang tengah terjadi. Dan ternyata, Tuhan tak terlelap dalam tidur. Sebab Tuhan ingin masuk dalam situasi nyata yang tengah dialami para murid.
Dan seperti itulah yang kita alami dalam kehidupan kita….
Dan untuk ziarah iman dan kemuridan kita…?
SEKALI lagi, sekiranya kita tetap di sini, bisa terjadi juga bahwa kita ‘bisa jatuh dalam tidur terlelap akan situasi nyaman dan mengasyikkan. Yang membuat kita tak pernah tahu akan situasi dan keadaan di sana. Iya, alam yang di seberang sana itu..







