St Arnoldus Janssen wafat pada 15 Januari 1909 di Steyl-Belanda. Oleh Paus Yohanes Paulus II, St Arnoldus Janssen bersama St Josef Freinademetz digelar sebagai Orang Kudus dalam Gereja pada 5 Oktober 2003. Peringatannya dirayakan pada tanggal 15 Januari.
Sebagai pendiri dari tiga Serikat Religius-Misioner, St Arnoldus wariskan sekian banyak keyakinan pribadinya yang unggul bagi para anggotanya. Salah satu dari apa yang menjadi khazanah rohani, semangat, bagi para anggotanya dan Gereja adalah “Mewartakan Kabar Gembira adalah karya yang pertama dan terutama Cinta Kasih kepada sesama”.
Kabar Gembira (Injil, Sabda Allah) memang harus diwartakan (cf Evangelii Nuntiandi, 1976). Kepatuhan dan kesetiaan Gereja pada Kristus Yesus, Sang Sabda Sejati dinyatakan dalam keharusan mewartakan Kabar Gembira (cf 1Kor 9:16). Karena Gereja pada hakekatnya adalah misioner, maka Gereja (segenap Umat Allah), pada intinya diutus untuk memberitakan Kabar Baik.
Dalam semangat yang diwariskan oleh St Arnoldus, pemberitaan Kabar Baik (Sabda Allah) tercitra dalam refleksi sederhana berikut ini.
Pertama, ‘Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah. Dan Firman itu adalah Allah..” Yang diwartakan dan menjadi sentrum adalah Firman Allah. Maka, mendengarkan Firman Allah adalah kemestian demi memaknai apa yang menjadi kehendak Allah bagi manusia. ‘Praedicatio Verbi Divini Verbum Divinum Est’ (Pewartaan Sabda Allah adalah Sabda Allah itu sendiri) mendesak setiap pewarta untuk menggeser segala keinginan dan kehendak ataupun selera pribadi dalam pewartaan.







