“Tugas Kita Yang Paling Utama Adalah Mewartakan Sabda”

arnoldus janssen

Kedua, bahwa Firman itu adalah Terang. Dalam situasi hidup yang penuh ketakpastian, kekalutan, serta kesuraman, Firman Allah hadir sebagai terang, sebagai cahaya yang membawa keteguhan dan harapan (cf Mzm 119:105). Apakah kata-kata kita mengaburkan dan menggelapkan? Tanpa harapan?

Ketiga, bahwa Firman itu ada (tinggal) di tengah-tengah kita. Pewartaan Sabda yang inkarnatif mendesak kita masuk dalam situasi hidup yang nyata. Menyatu dalam budaya, tradisi, kebiasaan, dan segala lalu lintas kehidupan tempat di mana Tuhan mengutus tentu mesti menjadi satu kecintaan dan kesukaan. St Josef Freinademetz tetap bertahan hingga ajalnya di China, malah ia berujar, “Bahkan di surgapun saya mau tetap seperti orang China.” Dalam spirit pewartaan dan kehadiran inkarnatif pasti tidak berlaku animo lagu-lagu NTT seperti, “Kole Beo (pulang kampung), Jangan lupa Maumere Manise, Bale Nagi Kendati Nae Bero e, ataupun Bae Sonde Bae Tana Timor Lebe Bae…” Sangat tidak formatif misioner!

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Tuhan sudah ingatkan murid-muridNya, ‘Sepatutnya jika sudah membajak, jangan lagi toleh-toleh ke belakang’ (cf Luk 9:62). Maka teringatlah saya akan seorang bruder sama saudara SVD yang bilang pada saya di suatu hari, “Ame, kau tu misionaris model apa? Mama hanya pilek sedikit saja kau nekad sekali pulang. Pulang Ende juga terus-terus.” Dan saya cuma jawab, “Jangan kau salah menilaiku…”

Keempat, bahwa pewartaan iman itu senantiasa bernafaskan Kasih (amorem spiranti). Bercermin pada relasi Kasih Abadi Allah Tritunggal, pewartaan Sabda Tuhan itu senantiasa membangun persekutuan atas dasar Kasih. Wajah dunia menjadi wajah yang terpintal dalam aura Kasih. Kehangatan dalam hidup bersama dalam level apa saja harus menjadi perjuangan. Manusia dan dunia tak pernah boleh dirusakkan dan terpecah-pecah oleh apapun kepentingan, keinginan, apalagi pemaksaan kehendak sendiri. Hidup rukun dan damai adalah dambaan segenap bangsa manusia.

Pos terkait