“Vox clamantis in deserto” (Ada Suara Orang Yang Berseru-seru di Padang Gurun)

adventus2

Tetapi adventus adalah seruan pulang kembali ke padang gurun. Untuk mengalami kembali ALLAH sebagai satu-satunya harapan yang benar dan pasti. Bukankah, misalnya, kisah jeritan pilu Hagar demi anaknya Ismael di padang gersang datangkan pengharapan dari Yahwe kepadanya (Kej 20:14-19)?

Dalam ziarah hidup ini ada sekian banyak harapan dan jaminan yang telah kita capai dan kita andalkan. Terapi nyanyian padang gurun ingatkan kita untuk terus mencari harapan dan terang sejati dalam Tuhan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ketiga, padang gurun adalah momentum ujian kehidupan. Allah, Guru Maha Agung, menguji hati dan iman orang Israel. Ada pertarungan sengit antara: keyakinan dan keragu-raguan,  sukacita dan keluhan-keluhan, kesetiaan dan pengkhianatan. Dan sekian banyak pertarungan  antara godaan dan nilai-nilai hidup.

Alamilah adventus ini sebagai kisah ujian kehidupan. Kita buktikan, misalnya, kesederhanaan gaya hidup tetap selalu unggul dari kecenderungan tampilan hidup serba wah! Bahwa tenang, sabar, setia, penuh harapan, mesti selalu unggul pula dari kekacauan, kepanikan, pengkhianatan, penuh putus asa dalam ziarah hidup ini.

Bukankah hidup yang ceriah bersinar lahir dari kisah-kisah melewati ujian-ujian kehidupan yang menantang?

Keempat,  situasi padang gurun adalah satu ujian berat bagi Israel untuk kembali ke masa lalu. Pulang ke Mesir ‘mengalami daging penuh kuali’ bagi Israel adalah ‘kehidupan’. Ketimbang alami kematian konyol di padang gersang (Kel Kel 16:2-3). Sikap hati Israel yang menyimpang ini mesti diluruskan oleh Tuhan sendiri.

Pos terkait