“Vox clamantis in deserto” (Ada Suara Orang Yang Berseru-seru di Padang Gurun)

adventus2

Adventus adalah sikap batin selalu merentangkan tangan ke depan. Itulah sikap batin untuk menyongsong saat-saat yang baru dalam Tuhan.  Adventus adalah forma dan isi kerinduan yang  menggumpal akan Sang Juruselamat. Karenanya, segala yang lama dan usang mesti dilepaskan dan ditinggalkan.

Akan tetapi, kerinduan menyongsong Sang Messias yang dilahirkan, tentu mesti dibarengi dengan sikap serius untuk mengabaikan yang lama. Untuk tinggalkan ‘yang sudah-sudah.’

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kelima, sesungguhnya padang gurun itu adalah Jalan Allah sendiri. Andai harus memilih, tentu Israel bakal tak akan pernah memilih jalan pahit kehidupan di tanah gersang! Tanpa harapan. Jalan penuh kesukaran, hambatan dan tantangan. Israel pasti tak akan mau masuk ke dalam satu peziarahan hidup penuh keterbatasan dan yang serba mencekik. Tetapi jalan padang gurun itulah jalan ‘pilihan dan tuntunan Allah sendiri’.

Adventus memang memperlihatkan kepada kita jalan baru. Jalan pilihan dan dalam Allah sendiri. Adventus mengoreksi jalan-jalan kesukaan dan pilihan kita sendiri. Jalan yang  tak berujung pasti. Tanpa harapan.

Yohanes Pembaptis serukan bahwa jalan Allah itu mesti dilewati melalui: pertobatan dan pembaptisan. Dan berkah dari itu adalah pengampunan dosa. Israel kembali menjadi anak-anak kepunyaaan Allah. Karena mereka melewati jalan pilihan dan ketetapan Allah sendiri.

Marilah kita lewati jalan Allah, jalan pemurnian,  jalan penuh harapan dalam sekian banyak cobaan, jalan penuh tanya menuju kepastian, jalan penuh ujian yang membangun kesetiaan.

Pos terkait